Seperti baru-baru ini ada pemberitaan media televisi tentang akibat pergaulan bebas, dimana pada pemberitaan itu disebutkan bahwa telah terjadi kehebohan di SMA Negeri 12 Surabaya, Jawa Timur pada bulan Juli lalu. Kehebohan itu sendiri terjadi karena disekolah tersebut ditemukan sesosok jasad bayi laki-laki yang telah membusuk dan dibungkus didalam sebuah kardus.
Dari hasil identifikasi, penyebab awal kematian bayi diduga karena dibunuh. Hal itu terlihat karena pada leher bayi malang itu ditemukan bekas jeratan kabel. Setelah memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti, aparat Polrestabes Surabaya menangkap sebut Bunga. Siswi SMA 12 tersebut diduga membunuh bayinya sendiri. "Dia mengakui tanpa ada kesulitan bagi kami," tutur Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Anom Wibowo.
Bunga lantas ditetapkan sebagai tersangka kasus ini. Untuk mengembangkan penyelidikan, polisi menggeledah seluruh isi rumah Bunga di kawasan Manukan Lor guna mencari barang bukti tambahan. Tindakan polisi ini membuat kaget Jumaiyah, ibu Bunga. Dia pun histeris melihat kedatangan polisi. Jumaiyah tidak menyangka putrinya sebagai pelaku pembunuhan.
Gambaran pemberitaan media massa diatas mungkin adalah hanya secuil dampak dari pergaulan bebas yang dewasa ini semakin tidak terbendung lagi.
Dari hasil identifikasi, penyebab awal kematian bayi diduga karena dibunuh. Hal itu terlihat karena pada leher bayi malang itu ditemukan bekas jeratan kabel. Setelah memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti, aparat Polrestabes Surabaya menangkap sebut Bunga. Siswi SMA 12 tersebut diduga membunuh bayinya sendiri. "Dia mengakui tanpa ada kesulitan bagi kami," tutur Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Anom Wibowo.
Bunga lantas ditetapkan sebagai tersangka kasus ini. Untuk mengembangkan penyelidikan, polisi menggeledah seluruh isi rumah Bunga di kawasan Manukan Lor guna mencari barang bukti tambahan. Tindakan polisi ini membuat kaget Jumaiyah, ibu Bunga. Dia pun histeris melihat kedatangan polisi. Jumaiyah tidak menyangka putrinya sebagai pelaku pembunuhan.
Gambaran pemberitaan media massa diatas mungkin adalah hanya secuil dampak dari pergaulan bebas yang dewasa ini semakin tidak terbendung lagi.
Hal lain yang merujuk Data Statistik Nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya daya tubuh pada usia remaja. Dari data ini juga bisa ditarik garis benang merah, bahwa mungkin salah satu faktor penyebab tingginya jumlah penderita HIV/AIDS pada remaja adalah karena faktor pergaulan bebas.
Argumentasi :
Banyak hal terjadi di luaran akibat pergaulan bebas, hal ini di karenakan faktor dari internal maupun faktor eksternal. Hal ini sangat merusak moral bangsa pastinya. Akibat dari pergaulan bebas sendiri dapat menularkan penyakit AIDS/HIV. Meskipun di luaran di jual alat pengaman untuk berhubungan belum tentu semua itu biasa mengurangi angka penderita AIDS/HIV di Indonesia. Pergaulan bebas ini kebanyakan dilakukan oleh remaja dari tingkat SMP bahkan sampai Mahasiswa. Hal ini terjadi karena adanya pengaruh lingkungan dan lingkungan inilah yang menjadi kunci utama. Banyak perilaku menyimpang karena faktor lingkungan yang tidak sehat dalam arti pergaulannya. Pada zaman era globalisasi sekarang sangat parah, mereka seakan-akan tidak memiliki moral, seks bebas malah di jadikan tren up to date dikalangan remaja. Padahal, hal ini salah besar! Mereka tidak berpikir untuk masa depan melainkan terbawa nafsu. Ketika nafsu itu menguasai mental dan jiwa kita, di sinilah jalan pikiran kita tertutup dan tidak biasa membedakan yang hal baik maupun hal buruk. Selain dari faktor lingkungan, ada faktor internal yaitu faktor keluarga. Misalnya, anak yang mengalami broken home pasti akan lari kedalam dunia pergaulan bebas. Salah satunya bahkan bisa menyebabkan sang buah hati menjadikan free sex sebagai pelarian. Hal ini terjadi karena mereka putus asa melihat keutuhan keluarga yang tidak harmonis dan berujung dalam dunia bebas. Faktanya mereka melakukan ini karena kurangnya kasih sayang dari kedua orang tua. Nah, disinilah peranan orang tua penting. Sebagai orang tua harusnya mereka mengkaji atau mengatur lingkup pergaulan kita kearah positif tetapi tidak di kekang juga. Remaja sekarang jika dikekang malah ingin mencoba hal itu. Salah satu cara untung mengurangi pergaulan bebas yang semakin hari semakin panas dengan melakukan meditasi dari hati ke hati dengan pikiran rileks dan berilah kepercayaan kepada anak tersebut. Jika seorang anak diberi kepercayaan pasti mereka akan menjauhi hal tersebut. Kebanyakan cara orang tua mendidik anaknya dengan perilaku keras misalnya saja mengekang pergaulan melakukan deskiriminasi terhadap mereka. Itu salah besar, sangat salah. Pengekangan bukan salah satu cara mengurangi dampak pergaulan bebas. Berilah anak tersebut kebebasan dalam arti masih terkontrol dengan baik. Maka dari itu keluarga juga memiliki peran yang signifikan dan krusial dalam membentengi seseorang dari pergaulan bebas. Keluarga yang harmonis, Komunikatif, mencerminkan kehangatan dan keterbukaan tentu menjadi modal yang sangat positif. Sebaliknya keluarga yang mengalami broken home tentu memberikan peluang yang lebih besar kepada hal-hal yang destruktif. Sebagian besar ini fakta yang bias saya ambil dari sisi mata yang terjadi di sekitar kita.
informasi yang sangat bagus dan bermanfaat gan. ditunggu informasi nya selanjutnya gan terima kasih ^^
BalasHapusSelamat Datang di Intanqq.com
Intanqq menyediakan 7 permainan dalam 1 ID
Berikut permainannya :
- BandarQ
- AduQ
- Bandar poker
- Bandar sakong
- Domino
- Poker
- Capsa
Berikut keuntungan bermain di Agent Poker Intanqq :
- Bonus Turnover 0.3% dibagikan setiap hari
- Bonus Extra turnover setiap minggu
- Bonus referal sampai 20% dan berlaku seumur hidup
- Proses depo dan wd HANYA 1 menit
- Minimal depo dan wd HANYA Rp.15.000
- Win Rate 98%
- No robot 100%
Pin BBM: 2AD20246
Ayo tunggu apalagi? segera bergabung bersama kami dan kunjungi website kami bosku ^^. menangkan hadiah nya bosku ^^