Minggu, 15 Januari 2012

Krisis Air Bersih




Krisis air meluas hingga ke Makassar, Sulawesi Selatan. Warga Kampung Antang, Makassar, sampai harus menggali dasar sungai yang mengering untuk mendapatkan air. Meski air kotor, tetap digunakan buat kebutuhan sehari-hari. Kondisi itu sudah berlangsung selama dua bulan.

Warga Gunung Kidul, Yogyakarta pun mengalami hal serupa. Hanya saja mereka lebih beruntung karena pemerintah daerah setempat memasok air bersih untuk warga. Air itu mereka gunakan untuk minum. Sedangkan untuk mencuci, warga memakai air telaga. Menyiasati kelangkaan air bersih, warga menyimpan sebagian air di tempat penampungan untuk cadangan.

Sementara di Klaten, Jawa Tengah, kekeringan juga berdampak pada sektor peternakan. Produksi susu pun turun lantaran pakan hijau sulit diperoleh. Data koperasi susu Desa Jatinom menyebutkan, biasanya peternak menyetor sekitar delapan ribu liter susu. Tapi kini turun menjadi enam ribu liter.
Selain kuantitas, kualitas susu juga turun sehingga sempat ditolak pabrik pengolah susu.

Argumentasi :


Air merupakan unsur yang vital dalam kehidupan manusia. Seseorang tidak dapat bertahan hidup tanpa air, karena itulah air merupakan salah satu penopang hidup bagi manusia. Air sangatlah penting, banyak hal yang bisa dilakukan dengan air. Kebutuhan yang bisa kita bilang urgent. Misalnya manusia butuh minum akibat dehidrasi. Jadi, air dapat diartikan kebutuhan yang tak terhindar dari hidup kita. Ketersediaan air di dunia ini begitu melimpah ruah, namun yang dapat dikonsumsi oleh manusia untuk keperluan air minum sangatlah sedikit. Selain itu, kecenderungan yang terjadi sekarang ini adalah berkurangnya ketersediaan air bersih itu dari hari ke hari. Semakin meningkatnya populasi, semakin besar pula kebutuhan akan air minum. Sehingga ketersediaan air bersih pun semakin berkurang. Akibatnya, terjadi kelangkaan air yang harus ditanggung masyarakat. Kekurangan air telah berdampak negatif terhadap semua sektor, termasuk kesehatan. Misalnya, air kotor. Air kotor sangat berdampak untuk kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya. Karena menggunakan air kotor mereka dapat terkena penyakit gatal-gatal, kutu air, panu, dsb . Disamping bertambahnya populasi manusia, kerusakan lingkungan merupakan salah satu penyebab berkurangnya sumber air bersih. Misalnya, abrasi pantai, pembuangan sampah yang sembarang di sungai juga menyebabkan air sungai menjadi kotor dan tidak sehat untuk digunakan. Di Indonesia sendiri diperkirakan, 60 persen sungainya, terutama di Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi, tercemar berbagai limbah, mulai dari bahan organik hingga bakteri coliform dan fecal coli penyebab diare. Pembabatan hutan dan penebangan pohon yang mengurangi daya resap tanah terhadap air turut serta pula dalam menambah berkurangnya asupan air bersih ini. Selain itu pendistribusian air yang tidak merata juga ikut andil dalam permasalahan ini.

 
 
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar