Surabaya (beritajatim.com) - Perayaan menjelang tahun baru, dengan banyaknya volume kendaraan roda dua, membuat polisi geram. Pasalnya pera pengendara melakukan penutupan jalan untuk adu knalpot.
Pantauan beritajatim.com, Minggu (1/1/2012), polisi serta Kapolsek Tegalsari Kompol Mustofa berbuat arnakis terhadap pengendara motor yang berada di Basuki Rahamat, tepatnya sekitaran Polsek Tegalsari.
Kerumunan pengendara motor dibubarkan dengan kekerasan. Polisi mengacung-acungkan tongkat. Beberapa kali terlihat, tongkat itu mengenai badan pengendara.
Mendapat perlakuan kasar tersebut, pengendara motor tidak melakukan perlawanan sama sekali. Mereka langsung membubarkan diri.
"Sebab pengendara itu memblokir jalan yang membuat arus lalu lintas macet," kata I Gusti Made, Kanit Rajawali Polrestabes Surabaya.
Sementara itu, Kapolrestabes Kombes Pol Coki saat melakukan Apel Pasukan untuk pengamanan perayaan tahun baru, menghimbau terhadap anggotanya untuk tidak melakukan tindakan anarkis. "Kita harus bertindak persuasif aja atau memberikan himbauan," kata Coki di saat apel, Sabtu (31/12/2011).
Sayangnya, atas adanya tindak polisi memukul terhadap pengendara yang konvoi untuk perayaan tahun baru, Kombes Pol Coki Manurung masih belum bisa dikonfirmasi. [gil/but]
Argumentasi :
Tindakan ini merupakan anarkisme yang di lakukan oleh beberapa orang yang berakhiran ricuh. Seharusnya, penjaga harus diperketat lagi oleh polisi untuk ketenangan para wisata atau masyarakat yang merayakan tahun baru agar di pikiran mereka tidak was-was akan tindakan-tindakan seperti ini. Seharusnya, di pergantian tahun bukanlah anarkis yang di keluarkan melainkan renungan dalam diri masing-masing. Hal ini sangat disayangkan. Upaya peningkatan keamanan yang di lakukan di rasa masih kurang. Hal ini pun tidak dapat di salahkan 100 % dari pihak pemerintah atau aparat. Mereka yang tidak memiliki kesadaraan akan tindakan mereka. Tetepi, semua ini dapat terjadi karena dukungan situasi yang tepat dan waktu yang pas untuk melakukan tindakan anarkisme sesaat dan membuat resah masyarakat setempat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar