Senin, 26 Maret 2012

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDUAL & SOSIAL

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDUAL & SOSIAL
•    HABITAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU & SOSIAL
1.    Manusia Sebagai Makhluk Individu
Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium yang berarti yang tak terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas.
Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut sebagai individu. Dalam diri individu ada unsur jasmani dan rohaninya, atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan jiwanya.
Setiap manusia memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama. Dari sekian banyak manusia, ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Seorang individu adalah perpaduan antara faktor fenotip dan genotip. Faktor genotip adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan faktor keturunan, dibawa individu sejak lahir. Kalau seseorang individu memiliki ciri fisik atau karakter sifat yang dibawa sejak lahir, ia juga memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan (faktor fenotip). Faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Ligkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya. Lingkungan sosial, merujuk pada lingkungan di mana seorang individu melakukan interaksi sosial. Kita melakukan interaksi sosial dengan anggota keluarga, dengan teman, dan kelompok sosial yang lebih besar.
Karakteristik yang khas dari seeorang dapat kita sebut dengan kepribadian. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh faktor bawaan genotip)dan faktor lingkungan (fenotip) yang saling berinteraksi terus-menerus.
Menurut Nursid Sumaatmadja (2000), kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi bio-psiko-fiskal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan, yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya, jika mendapat rangsangan dari lingkungan. Dia menyimpulkan bahwa faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seeorang.
2.    Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.
Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karena beberapa alasan, yaitu:
a. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
b. Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
c. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
d. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.

•    Peranan Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial

a.    Peranan Manusia sebagai Makhluk Individu

Perbedaan yang ada seperti berbeda keyakinan, lingkungan, ras, suku, dan golongan tidak meniadakan persamaan akan Harkat dan Martabat manusia. Manusia sebagai individu akan berusaha :

1) Menjaga dan mempertahankan Harkat dan Martabatnya.
2) Mengupayakan terpenuhi hak-hak dasarnya sebagai manusia.
3) Merealisasikan segenap potensi diri, baik sisi Jasmani maupun Rohani.
4) Memenuhi kebutuhan dan kepentingan diri demi kesejahteraan hidupnya.

Dalam hidup kemasyarakatan, individu juga bisa menghasilkan fungsi-fungsi negative, misalnya ; unsure pemenuhan kepentingan diri menjadikan orang per orang memiliki sifat Individualistik dan Egois.

b.    Peranan Manusia sebagai Makhluk Sosial

Manusia sebagai pribadi adalah berhakikat sosial. Kebutuhan akan orang lain dan interaksi sosial membentuk kehidupan berkelompok pada manusia. Dan dalam kehidupannya manusia membutuhkan Norma-Norma Sosial sebagai patokan dalam bertingkah laku.
Norma-Norma tersebut adalah :
1)    Norma Agama atau Religi ; Norma yang bersumber dari Tuhan, yang berisi perintah agar dipatuhi dan menjauhi larangan Nya. Norma Agama ada dalam ajaran-ajaran Agama.
2) Norma Kesusilaan atau Moral ; Norma yang bersumber dari hati nurani manusia untuk mengajak pada kebaikan dan menjauhi keburukan. Yang bertujuan agar manusia berbuat baik secara Moral bukan Amoral (berkelakuan buruk).
3) Norma Kesopanan atau Adat ; Norma yang bersumber dari masyarakat dan berlaku terbatas pada lingkungan masyarakat yang bersangkutan.
4) Norma Hukum ; Norma yang dibuat masyarakat secara resmi (Negara) yang pemberlakuannya dapat dipaksakan, berisi perintah dan larangan. Bersifat tertulis dan mempunyai sangsi yang tegas dan mengikat.
•    Dinamika Interaksi Sosial
Interaksi sosial merupakan faktor utama dalam kehidupan sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis, yang menyangkut hubungan timbal balik antarindividu, antarkelompok manusia, maupun antara orang dengan kelompok manusia. Bentuk interaksi sosial adalah akomodasi, kerja sama, persaingan, dan pertikaian.
Apabila dua orang atau lebih bertemu akan terjadi interaksi sosial. Interaksi sosial tersebut bisa dalam situasi persahabatan ataupun permusuhan, bisa dengan tutur kata, jabat tangan, bahasa dahsyat, atau tanpa kontak fisik. Bahkan, hanya dengan bau keringat sudah terjadi interaksi sosial karena telah mengubah perasaan atau saraf orang yang bersangkutan untuk menentukan tindakan. Interaksi sosial hanya dapat berlangsung antara pihak-pihak apabila terjadi reaksi dari kedua belah pihak. Interaksi sosial tidak mungkin terjadi apabila manusia mengadakan hubungan yang langsung dengan sesuatu yang sama sekali tidak berpengaruh terhadap sistem sarafnya sebagai akibat hubungan.
 Ciri-ciri interaksi sosial adalah sebagai berikut.
1.Pelakunya lebih dari satu orang
2. Adanya komunikasi antar pelaku melalui kontak social
3. Mempunyai maksud dan tujuan, terlepas dari sama atau tidaknya tujuan tersebut dengan yang diperkirakan pelaku
4. Ada dimensi waktu yang akan menentukan sikap aksi yang sedang berlangsung
Syarat terjadinya interaksi sosial adalah adanya kontak sosial (social contact) dan komunikasi. Kontak sosial berasal dari kata con atau cun yang artinya bersama-sama, dan tango yang artinya menyentuh. Namun, kontak sosial tidak hanya secara harfiah bersentuhan badan, tetapi bisa lewat bicara, melalui telepon, telegram, surat radio, dan sebagainya.
Kontak dapat bersifat primer dan sekunder. Kontak primer terjadi apabila ada kontak langsung dengan cara berbicara, jabat tangan, tersenyum, dan sebagainya. Kontak sekunder terjadi dengan perantara. Kontak sekunder langsung, misalnya melalui telepon, radio, TV, dan sebagainya.
Kontak sosial dapat terjadi dalam tiga bentuk, yaitu :
1. Kontak antar individu, misalnya seorang siswa baru mempelajari tata tertib dan budaya sekolah
2. Kontak antarindividu, dengan suatu kelompok, misalnya seorang guru mengajar di suatu kelas tentang suatu poko bahasan.
3. Kontak antarkelompok dengan kelompok lain, misalnya class meeting antarkelas.

Komunikasi adalah proses memberikan tafsiran pada perilaku orang lain yang berwujud pembicaraan, gerak-gerik badaniah atau sikap, atau perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan orang tersebut. Dengan tafsiran pada orang lain, seseorang memberi reaksi berupa tindakan terhadap maksud orang lain tersebut. Misalnya, jika anda melambaikan tangan dipinggir jalan atau halte bus maka salah satu bus yang lewat pasti akan berhenti, jadi, komunikasi merupakan proses saling memberi penafsiran terhadap tindakan atau perilaku orang lain.

Berlangsungnya interaksi sosial didasarkan tas berbagai faktor, antara lain faktor imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, motivasi, dan empati, imitasi adalah proses atau tindakan seseorang untuk meniru orang lain baik sikap, perbuatan, penampilan, dan gaya hidup. Sugeti adalah rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan individu kepada individu lain sehingga orang yang diberi sugesti itu melaksanakan apa yang disugestikan tanpa sikap kritis dan rasional, identifikasi adalah upaya yang dilakukan individu untuk menjadi sama (identik) dengan individu yang ditirunya. Proses identifikasi erat kaitannya dengan imitasi. Simpati adalah proses kejiwaan seseorang individu yang merasa tertarik dengan individu atau kelompok karena sikap, penampilan, atau perbuatannya. Motivasi merupakan dorongan, rangsangan, pengaruh, atau stimulasi yang diberikan individu kepada individu lain sehingga orang yang diberi motivasi melaksankannya dengan secara kritis, rasional, dan tanggung jawab. Empati adalah proses kejiwaan seorang individu untuk larut dalam perasaan orang lain baik suka maupun duka.

Seperti telah dikemukakan diatas, bentuk-bentuk interaksi sosial adalah akomodasi, kerja sama, persaingan, dan pertikaian. Secara luas, dapat dikatakan ada interaksi sosial yang sifatnya positif, yaitu mengarah pada kerjasama antrindividu atau antarkelompok. Interaksi sosial yng dimaksud interaksi sosial yang bersifat asosiatif. Adapula interaksi sosial yang mengarah pada bentuk-bentuk pertikaian atau konflik. Interaksi sosial dimasud disebut dengan interaksi sosial yang bersifat disosiatif. Interaksi sosial yang bersifat asosiatif, seperti kerja sama, akomodasi, asimilasi, dan akulturasi. Interaksi sosial yang bersifat disasosiatif mencakup persaingan, kontroversi, dn permusuhan.

Dengan demikian, dinamika interaksi sosial yang terjadi dalam kehidupan sosial dapat beragam. Dilihat dari jenisnya ada interaksi antarindividu, interaksi individu dengan kelompok, dan interaksi antar kelompok. Dilihat dari faktor penyebabnya, ada interaksi yang disebabkan oleh faktor imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, motivsi, dan empati. Ada interaksi yang berbentuk pertentangan. Sedangkan jika dilihat dari sifat interaksinya, da interaksi yang asosiatif, interaksi disasosiatif.

Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial, karena tanpa interaksi sosial tidak mungkin ada kehidupan bersama. Manusia sebagai mkhluk sosial pastilah melakukan intraksi sosial dalam rngka hidup bersama.

•    DILEMA ANTARA KEPENTINGAN INDIVIDU DAN KEPENTINGAN MASYARAKAT

1.Pandangan individualisme

Individualisme berpangkal dari konsep dasar ontologis bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk individu yang bebas. Paham ini memandang manusia sebagai makhluk pribadi yang utuh dan lengkap terlepas dari manusia yang lain. Manusia sebagi individu adalah bebas, karena itu ia memiliki hak-hak yang tidak boleh dihalangi oleh siapapun. Apabila hak-hak itu terpenuhi maka kehidupan manusia akan terjamin dan bahagia. Masyrakat hanyalah kumpulan dari individu-individu. Jika individu-individu itu hidupnya bahagia dan sejahtera maka msyarakat pun akan sejahtera.

Pandangan individualisme berpendapat bahwa kepentingan individul yang harus diutamakan. Kesejahteraan individu merupakan nilai kebaikan yang tinggi yangharus diperjungkan melalui persaman dan kebebasan. Jadi, yang menjadi sentral individualisme adalah kebebasan seorng individu untuk merealisasikan dirinya. Paham individualisme menghasilkan idiologi leberlisme. Paham ini bisa disebut juga idiologi individualisme liberal.

Liberalisme berasal dari kata liber artinya bebas atau merdeka. Liberalisme adalah suatu paham yang ditegakkannya kebebasan setiap individu serta memandang setiap individu berada pada posisi yang sederajat dalam kemerdekaan dan hak-hak miliknya. Liberalisme menolak segala pengekangan terhadap individu. Liberalisme memberi kebebasan manusia untuk bereaktivitas dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup, baik dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya

Beberapa prinsip yang dikembangkan idiologi liberalisme adalah sebagai berikut :

A. Penjaminan hak milik perorangan. Menurut paham ini, pemilihan sepenuhnya berada pada pribadi dan tidak berlaku hak milik berfungsi social..
B. Mementingkan diri sendiri atau kepentingan individu yang bersangkutan. Prinsip ini juga mengandung pengertian membiarkan setiap orang untuk melakukan setiap aktivitas untuk kepentingan sendiri. Pemenuhan akan kepentingan sendiri-sendiri diyakini akan membawa kemakmuran bersama.
C. Pemberian kebebasan penuh pada idividu. Individu adalah primer, sedangkan masyarakat adalah sekunder. Bila individu mendapat kebebasan dan kepuasan maka masyarakat akan mendapat kemakmuran.
D. Persaingan bebas untuk mencapai kepentingannya masing-masing.

Liberalisme dalam bidang politik menghasilkan demokrasi politik, kebebasan berbicara, berpendapat, berserikat, dan perlunya jaminan hak asasi manusia. Liberalisme dalam bidang ekonomi menghasilkan kapitalisme dan pasar bebas. Sedangkan liberalisme dalam bidang sosial budaya adalah kebebasan individu untuk mengekspresikan sikap, perilaku, seni, dan budayanya. Kebebasan dalam rangka pemenuhan kebutuhan diri bisa menimbulkan persaingan dan dinamika kebebasan antar individu, menurut paham liberalisme, kebebasan antar individu tersebut bisa diatur melalui penerapan hukum jadi, negara yang menjamin keadilan dan kepastian hukum mutlak diperlukan dalam rangka mengelola kebebasan agar tetap menciptakan tertibnya penyelanggaraan hidup bersama.

2. pandangan sosialisme

Pandangan ini menyatakan bahwa kepentingan masyarakatlah yang diutamakan. Masyarakat tidak sekedar kumpulan individu. Masyarakat merupakan entitas yang besar dan berdiri sendiri dimana individu-individu berada. Individu dan dianggap dari sebagai alat dari mesin raksasa masyarakat. Kedudukan individu hanyalah objek dari masyarakat. Menurut pandangan sosialisme, hak-hak individu sebagai hak dasar hilang. Hak-hak individu timbul karena keanggotaannya dalam suatu komunitas atau kelompok. Individu terikat pada komitmen suatu kelompok. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pandangan sosialisme bertolak belakang dengan pandangan individualisme.

Sosialisme mementingkan masyarakat secara keseluruhan. Bahwa kepentingangan masyarakatlah yang utama, bukan individu. Sosialisme adalah paham yang mengharapkan terbentuknya masyarakat yang adil, selaras, bebas, dan sejahtera bebas dari penguasaan individu atas hak milik.

Dalam sejarahnya, sosialisme muncul sebagai reaksi atas paham individualisme liberalisme. Kebebasan individu yang diyakini dapat memaksimalkan pemenuhan kesejahtraan ternyata banyak menimbulkan ketidakadilan antar individu itu sendiri. Individu yang memiliki kemampuan bisa sejahtera, tetapi individu yang tidak mampu akan tetap miskin dan semakin tersisih. Dengan demikian, dalam masyarakat timbul ketidakadilan dan kesenjangan. Kelompok masyarakat seperti anak-anak, wanita, buruh, para pekerja hanya dieksploitasi oleh orang-orang yang mampu, terutama yang menguasai hak milik dan alat produksi dalam suatu masyarakat.

Sosialisme muncul dengan maksud kepentingan masyarakat secara keseluruhan terutama yang tersisih oleh sistem leberalisme, mendapat keadilan, kebebasan, dan kesejahteraan.
Untuk meraih hal tersebut, sosialisme berpandangan bahwa hak-hak individu harus diletakkan dalam kerangka kepentingan masyarakat yang lebih luas. Masyarakat yang lebih penting dari individu. Dalam sosialisme yang radikal/ekstrim cara untuk meraih hal itu adalah dengan menghilangkan hak pemilikan dan penguasaan alat-alat produksi perorangan.

Paham individualism liberal dan sosialisme sama-sama tumbuh di eropa barat pada abad ke18-19. Individualisme di pelopori oleh para tokoh, antara lain jeremy betham, john stuart mill, thomah hobbes, john locke, rosseau, dan montesqueu, sedangkan pemikiran sosialis ditokohi oleh robert owen dari inggris (1771-1858), lousi blance, dan proudhon, idiologi marxisme termasuk dalam varian sosialisme, ajaran marxisme dipelopori oleh karl max (1818-1830).

Paham individualisme liberal dan sosialisme saling bertolak belakang dalam memandang hakikat manusia. Dalam declaration of independence Amerika serikat 1776, orientasinya lebih ditekankan pada hakikat manusia sebagai mahkluk individu yang bebas merdeka, tidak seorang pun berhak untuk mencampuri hal pribadinya. Manusia adalah pribadi yang memiliki harkat dan martabat yang luhur. Sedangkan dalam menifesco komunikasi karl marx dan engels, orientasinya sangat menekankan pada hakikat manusia sebagai makhluk sosilal semata.

Menurut paham ini, manusia sebagai makhluk pribadi tidak dihargai. Pribadi dikorbankan untuk kepentingan negara. Jika kita simak lebih jauh, kedua pandangan diatas mengidap kelemahannya masing-masing. Kebebasan perseorangan yang merupakan inti dari ajaran individualisme liberal dalam pelaksanaanya justru mengingkari ajarannya sendiri, yaitu persamaan. Individualisme liberal dapat menimbulkan ketidakadilan, berbagai bentuk tindakan tidak manusiawi, imperialisme, dan kolonialisme baik dalam bentuk lama maupun baru. Persaingan bebas akan memunculkan kesenjangan antara kaya dengan orang miskin.

 Liberalisme mungkin membawa manfaat bagi kehidupan politik, tetapi tidak dalam lapangan ekonomi dan sosial. Sosialisme dalam bentuk yang ekstrim ( marxisme/komunisme), tidak menghargai manusia sebagai peribadi sehingga bisa merendahkan sisi kemanusiaan, dalam negara komunis, mungkin terjadi kemakmuran masyarakat, tetapi kepuasan rohani manusia belum tentu terjamin. Negara komunis mudah menjadi negara otoriter yang memasung hak-hak dasar manusia maupun warga negara.

Dalam negara indonesia yang berfalsafahkan pancasila, hakikat manusia dipandang memiliki sifat pribadi sekaligus sosial secara seimbang. Manurut pandangan filsafat pancasila, manusia adalah mahkluk individu sekaligus mahkluk sosial. Hal ini tidak sekedar menggabungkan dua pandangan (individualisme dan sosialisme) diatas, tetapi secara hakikat bahwa kedudukan manusia sebagai mahkluk individu sekaligus mahkluk sosial. Sekali lagi, manusia bukanlan makhluk individu dan sosial. Tetapi manusia adalah makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Frans magnis suseno, (2001) menyatakan bahwa manusia adalah individu yang secara hakiki bersifat sosial dan sebagai individu manusia bermasyarakat.

Bung karno menerangkan tentang seimbangnya dua sifat tersebut dengan ungkapan “internasionalisme tidak dapat hidup subur kalau tidak berakar dalam buminya nasionalisme. Nasionalisme tidak hidup subur kalau tidak hidup dalam taman sarinya internasionalisme” (risalah sidang BPUPKI-PPKI, 1998) paduan harmoni antara individu dan sosial dalam diri bangsa indonesia di ungkapkan dalam sila kedua mengungkapkan penghargan manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki harkat dan martabat luhur, karena itu harus dihargi dan dijunjung tinggi, konkritisasi atas hal tersebut adalah adanya jaminan atas hak asasi manusia dan hak-hak warga negara. Sila ketiga mengungkapkan kehidupan berbangsa dan bernegara indonesia yang perlu untuk diperjuangkan dan diletarikan. Bangsa indonesia memiliki prinsip menempatkan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi dan golongan. Namun demi kepentingan bersama tidak dengan mengkorbankan hak-hak dasar setiap warga negara.

Sumber :
http://azenismail.wordpress.com/2010/05/14/manusia-sebagai-makhluk-individu-dan-makhluk-sosial/
http://erfanm.blogspot.com/2011/04/dinamika-interaksi-sosial.html
http://jhonihadi.blogspot.com/2012/01/peranan-manusia-sebagai-makhluk.html

Senin, 12 Maret 2012

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN


MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi Kebudayaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.
Dari pengertian tersebut menunjukan bahwa kebudayaan itu marupakan keseluruhan dari pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial, yang digunakan untuk menginterpresentasikan dan memahami lingkungan yang dihadapai. Atas dasar itulah para ahli mengemukakan adanya 7 unsur kebudayaan, yaitu sebagai berikut :
1.      Unsur Religi
2.      Sistem Kemasyarakatan
3.      Sistem Peralatan
4.      Sistem Mata Pencaharian Hidup
5.      Sistem Bahasa
6.      Sistem Pengetahuan
7.      Seni

Oleh karena itu, semua tindakan manusia tidak jauh menyimpang dalam kebudayaan. Selain itu, manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai berikut :

1
.  Penganut kebudayaan
2
.  Pembawa kebudayaan
3
.  Manipulator kebudayaan
4
.  Mencipta kebudayaan

Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur), yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena perbedaan umur, ras, etnisitas, kelas, aesthetik, agama, pekerjaan, pandangan politik dan gender. Di bawah ini adalah beberapa makna yang berada di dalam kebudayaan :

• Monokulturalisme: Pemerintah mengusahakan terjadinya asimilaSi kebudayaan sehingga
   masyarakat yang berbeda kebudayaan menjadi satu dan saling bekerja sama.
• Leitkultur (kebudayaan inti): Sebuah model yang dikembangkan oleh Bassam Tibi di Jerman. Dalam Leitkultur, kelompok minoritas dapat menjaga dan mengembangkan kebudayaannya sendiri, tanpa bertentangan dengan kebudayaan induk yang ada dalam masyarakat asli.
• Melting Pot: Kebudayaan imigran/asing berbaur dan bergabung dengan kebudayaan asli tanpa campur tangan pemerintah.
• Multikulturalisme: Sebuah kebijakan yang mengharuskan imigran dan kelompok minoritas untuk menjaga kebudayaan mereka masing-masing dan berinteraksi secara damai dengan kebudayaan induk.
 Kebudayaan memiliki beberapa  peran sebagai :
  • Suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompoknya
  • Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain
  • Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
  • Pembeda manusia dan binatang
  • Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berperilaku didalam pergaulan
  • Pengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat dan menentukan sikapnya jika berhubunagn dengan orang lain
  • Sebagai modal dasar pembangunan
Indonesia adalah salah satu Negara yang memiliki bermacam-macam kebudayaan. Hal ini , dikarenakan masyarakat yang menetap pada suatu daerah yang memiliki corak ras masing-masing daerah.Meskipun berbeda tetapi memberi nilai positif. Perbedaan kebudayaan ini sangatlah wajar karena perbedaan yang dimiliki seperti faktor lingkungan, faktor alam, manusia itu sendiri dan berbagai faktor lainnya yang menimbulkan keberagaman budaya tersebut. Ada lima terjadi perubahan kebudayaan, yaitu :

1.      Perubahan lingkungan alam
2.      Perubahan yang disebabkan adanya kontak dengan kelompok lain
3.      Perubahan karena adanya penemuan ( discovery )
4.      Perubahan yang terjadi karena suatu masyarakat atau bangsa mengadopsi beberapa elemen                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      kebudayaan material yang telah dikembangkan oleh bangsa lain di tempat lain
5.      Perubahan yang terjadi karena suatu bangsa memodifikasi cara hidupnya dengan mengadopsi suatu pengetahuan atau kepercayaa baru atau karena perubahan dalam pandangan hidup dan konsepsinya tentang realitas

Seiring dengan perkembangannya, kebudayan juga mengalami beberapa problematika atau masalah-masalah yang cukup jelas, yaitu :

1.      Hambatan budaya yang ada kaitannya dengan pandangan hidup dan sistem kepercayaan
2.      Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan sudut pandang hidup dan sistem kepercayaan
3.      Hambatan budaya yang berkaitan dengan faktor psikologi atau kejiwaan
4.      Masyarakat terpencil atau terasing dan kurang komunikasi dengan masyarakat lainnya
5.      Sikap tradisionalisme yang berprasangaka buruk terhadap hal-hal yang baru
6.      Mengagung-agungkan kebudayaan suku bangsanya sendiri dan melecehkan budaya suku bangsa lainnya atau lebih dikenal dengan paham Etnosentrisme
7.      Perkembangan Iptek sebagai hasil dari kebudayaan





Minggu, 15 Januari 2012

Kemacetan Jakarta

Kemacetan Jakarta
Jakarta adalah gudangnya kemacetan, kemacetan lalu lintas adalah suatu keadaan atau situasi yang terjadi di satu atau beberapa ruas/ruang lalu lintas jalan dimana arus kendaraan bergerak sangat lambat tidak semestinya hingga stagnan sehingga menyebabkan terganggunya aktifitas dan pergerakan pemakai jalan.
 Kebanyakan warga Jakarta dan sekitarnya pasti sering mengalami betapa besarnya perjuangan untuk mencapai tempat kerja bila keluar rumah lewat pukul 7 pagi karena kemacetan lalulintas telah dimulai sejak pukul 7 pagi, puncaknya pada jam jam masuk dan keluar kantor bahkan hingga pukul 9-10 malam di beberapa ruas jalan tertentu.. Hal ini di karenakan peningkatan kendaraan yag ada pada sekarang ini melebihi kapasitas. Belum lagi angkutan-angkutan umum yang sering berhenti dimana saja tanpa memperhatikan lalu lintas yang ada. Hal ini yang memancing kemacetan terjadi. Semua itu terjadi karena tidak terkoordinir dengan baik antara pengguna kendaraan dengan lalu lintas di tambah lagi petugas yang bertugas mengatur lalu lintas berbanding sedikit dengan kendaraan yang berlalu-lalang di jalan.
Dampak negatif kemacetan lalu lintas yang dapat dirasakan langsung atau tidak langsung, yaitu:
  1. Kerugian waktu.
  2. Kerugian ekonomi karena boros bahan bakar (BBM), terganggunya jadwal bisnis dan kegiatan keluarga dengan segala macam dampak yang mengikutinya.
  3. Stress dan kelelahan dengan segala akibatnya, seperti mudah tersinggung, mudah marah, dan turunnya produktivitas.
  4. Penurunan kualitas udara di Jakarta
Sebenarnya, semua bisa di tanggulangi dengan cara Pemerintah menerapkan aturan tentang kepemilikan kendaraan pribadi,. Selain itu, Pemerintah menerapkan mengenai penggunaan pajak yang tinggi untuk si pemakai kendaraan tersebut. Hal ini sangat berguna untuk mengurangi dampak kemacetan. Semakin tinggi pajak yang di berikan semakin banyak yang beralih kekendaraan umum. Di sini pihak pemerintah mengambil wewenang untuk menyediakan pelayanan kendaraan umum untuk masyarakat Jakarta. Dengan kata lain, mengadakan fasilitas kendaraan umum yang memprioritaskan agar gimana menekan sekecil mungkin terjadi kemacetan lalu lintas.

Kemiskinan

Kemiskinan
Kemiskinan bangsa Indonesia semakin terpuruk. Padahal, dalam Undang-Undang Dasar 1945 pada alinea ke empat telah ditegaskan bahwa terciptanya masyarakat yang adil dan makmur.
Besarnya kemiskinan dapat diukur dengan atau tanpa mengacu kepada garis kemiskinan. Konsep yang mengacu kepada garis kemiskinan disebut kemiskinan relatif, sedangkan konsep yang pengukurannya tidak didasarkan pada garis kemiskinan disebut kemiskinan absolut.
Banyak hal yang sudah diupayakan oleh pemerintah untuk mengurangi kemiskinan, tapi pada kenyataannya masalah kemiskinan semakin menjadi masalah yang berkepanjangan. Penyebabnya terjadi dikarenakan program-program penanggulangan kemiskinan selama ini cenderung keupaya penyaluran bantuan sosial untuk orang miskin. Contohnya : pembagian beras untuk rakyat miskin. Upaya yang dilakukan pemerintah ini sebenarnya kurang optimal karena sifat dari upaya ini hanyalah bersifat bantuan dan dampak negatife dari upaya ini adalah masyarakat Indonesia selalu akan bergantung kepada pemerintah untuk menerima bantuan.
 Hal ini bisa memacu masyarakat untuk malas bekerja dan selalu mengandalkan bantuan pemerintah. Selain dari faktor tersebut masih ada lagi faktor lainnya yaitu kurangnya pemahaman berbagai pihak tentang penyebab kemiskinan itu sendiri sehingga program-program pembangunan yang ada tidak didasarkan pada isu-isu kemiskinan. Kemiskinan yang terjadi membawa dampak buruk sebagiannya melakukan tindakan kriminal untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Hal yang haram menajadi halal untuk mereka. Akibat kemiskinan sendiri banyak masyarakat yang terlantar karena kemiskinan dan akhirnya kelaperan meminta-minta kejalanan. Peran pemerintah di sini harusnya menekankan bagaimana menurunkan angka kemiskinan.
Untuk menghilangkan atau mengurangi kemiskinan di tanah air diperlukan suatu strategi yang tepat, yaitu : pertumuhan ekonomi yang berkelanjutan dan yang prokemiskinan, pemerintahan yang baik (good governance), dan pembangunan sosial.
Kemacetan Jakarta
Jakarta adalah gudangnya kemacetan, kemacetan lalu lintas adalah suatu keadaan atau situasi yang terjadi di satu atau beberapa ruas/ruang lalu lintas jalan dimana arus kendaraan bergerak sangat lambat tidak semestinya hingga stagnan sehingga menyebabkan terganggunya aktifitas dan pergerakan pemakai jalan.
 Kebanyakan warga Jakarta dan sekitarnya pasti sering mengalami betapa besarnya perjuangan untuk mencapai tempat kerja bila keluar rumah lewat pukul 7 pagi karena kemacetan lalulintas telah dimulai sejak pukul 7 pagi, puncaknya pada jam jam masuk dan keluar kantor bahkan hingga pukul 9-10 malam di beberapa ruas jalan tertentu.. Hal ini di karenakan peningkatan kendaraan yag ada pada sekarang ini melebihi kapasitas. Belum lagi angkutan-angkutan umum yang sering berhenti dimana saja tanpa memperhatikan lalu lintas yang ada. Hal ini yang memancing kemacetan terjadi. Semua itu terjadi karena tidak terkoordinir dengan baik antara pengguna kendaraan dengan lalu lintas di tambah lagi petugas yang bertugas mengatur lalu lintas berbanding sedikit dengan kendaraan yang berlalu-lalang di jalan.
Dampak negatif kemacetan lalu lintas yang dapat dirasakan langsung atau tidak langsung, yaitu:
  1. Kerugian waktu.
  2. Kerugian ekonomi karena boros bahan bakar (BBM), terganggunya jadwal bisnis dan kegiatan keluarga dengan segala macam dampak yang mengikutinya.
  3. Stress dan kelelahan dengan segala akibatnya, seperti mudah tersinggung, mudah marah, dan turunnya produktivitas.
  4. Penurunan kualitas udara di Jakarta
Sebenarnya, semua bisa di tanggulangi dengan cara Pemerintah menerapkan aturan tentang kepemilikan kendaraan pribadi,. Selain itu, Pemerintah menerapkan mengenai penggunaan pajak yang tinggi untuk si pemakai kendaraan tersebut. Hal ini sangat berguna untuk mengurangi dampak kemacetan. Semakin tinggi pajak yang di berikan semakin banyak yang beralih kekendaraan umum. Di sini pihak pemerintah mengambil wewenang untuk menyediakan pelayanan kendaraan umum untuk masyarakat Jakarta. Dengan kata lain, mengadakan fasilitas kendaraan umum yang memprioritaskan agar gimana menekan sekecil mungkin terjadi kemacetan lalu lintas.

Krisis Air Bersih




Krisis air meluas hingga ke Makassar, Sulawesi Selatan. Warga Kampung Antang, Makassar, sampai harus menggali dasar sungai yang mengering untuk mendapatkan air. Meski air kotor, tetap digunakan buat kebutuhan sehari-hari. Kondisi itu sudah berlangsung selama dua bulan.

Warga Gunung Kidul, Yogyakarta pun mengalami hal serupa. Hanya saja mereka lebih beruntung karena pemerintah daerah setempat memasok air bersih untuk warga. Air itu mereka gunakan untuk minum. Sedangkan untuk mencuci, warga memakai air telaga. Menyiasati kelangkaan air bersih, warga menyimpan sebagian air di tempat penampungan untuk cadangan.

Sementara di Klaten, Jawa Tengah, kekeringan juga berdampak pada sektor peternakan. Produksi susu pun turun lantaran pakan hijau sulit diperoleh. Data koperasi susu Desa Jatinom menyebutkan, biasanya peternak menyetor sekitar delapan ribu liter susu. Tapi kini turun menjadi enam ribu liter.
Selain kuantitas, kualitas susu juga turun sehingga sempat ditolak pabrik pengolah susu.

Argumentasi :


Air merupakan unsur yang vital dalam kehidupan manusia. Seseorang tidak dapat bertahan hidup tanpa air, karena itulah air merupakan salah satu penopang hidup bagi manusia. Air sangatlah penting, banyak hal yang bisa dilakukan dengan air. Kebutuhan yang bisa kita bilang urgent. Misalnya manusia butuh minum akibat dehidrasi. Jadi, air dapat diartikan kebutuhan yang tak terhindar dari hidup kita. Ketersediaan air di dunia ini begitu melimpah ruah, namun yang dapat dikonsumsi oleh manusia untuk keperluan air minum sangatlah sedikit. Selain itu, kecenderungan yang terjadi sekarang ini adalah berkurangnya ketersediaan air bersih itu dari hari ke hari. Semakin meningkatnya populasi, semakin besar pula kebutuhan akan air minum. Sehingga ketersediaan air bersih pun semakin berkurang. Akibatnya, terjadi kelangkaan air yang harus ditanggung masyarakat. Kekurangan air telah berdampak negatif terhadap semua sektor, termasuk kesehatan. Misalnya, air kotor. Air kotor sangat berdampak untuk kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya. Karena menggunakan air kotor mereka dapat terkena penyakit gatal-gatal, kutu air, panu, dsb . Disamping bertambahnya populasi manusia, kerusakan lingkungan merupakan salah satu penyebab berkurangnya sumber air bersih. Misalnya, abrasi pantai, pembuangan sampah yang sembarang di sungai juga menyebabkan air sungai menjadi kotor dan tidak sehat untuk digunakan. Di Indonesia sendiri diperkirakan, 60 persen sungainya, terutama di Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi, tercemar berbagai limbah, mulai dari bahan organik hingga bakteri coliform dan fecal coli penyebab diare. Pembabatan hutan dan penebangan pohon yang mengurangi daya resap tanah terhadap air turut serta pula dalam menambah berkurangnya asupan air bersih ini. Selain itu pendistribusian air yang tidak merata juga ikut andil dalam permasalahan ini.

 
 
 


Pergaulan Bebas

 Artikel ini akan membahas tentang Pergaulan Bebas. Hal ini adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, melewati batas-batas norma ketimuran yang ada.
Seperti baru-baru ini ada pemberitaan media televisi tentang akibat pergaulan bebas, dimana pada pemberitaan itu disebutkan bahwa telah terjadi kehebohan di SMA Negeri 12 Surabaya, Jawa Timur pada bulan Juli lalu. Kehebohan itu sendiri terjadi karena disekolah tersebut ditemukan sesosok jasad bayi laki-laki yang telah membusuk dan dibungkus didalam sebuah kardus.

Dari hasil identifikasi, penyebab awal kematian bayi diduga karena dibunuh. Hal itu terlihat karena pada leher bayi malang itu ditemukan bekas jeratan kabel. Setelah memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti, aparat Polrestabes Surabaya menangkap sebut Bunga. Siswi SMA 12 tersebut diduga membunuh bayinya sendiri. "Dia mengakui tanpa ada kesulitan bagi kami," tutur Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Anom Wibowo.

Bunga lantas ditetapkan sebagai tersangka kasus ini. Untuk mengembangkan penyelidikan, polisi menggeledah seluruh isi rumah Bunga di kawasan Manukan Lor guna mencari barang bukti tambahan. Tindakan polisi ini membuat kaget Jumaiyah, ibu Bunga. Dia pun histeris melihat kedatangan polisi. Jumaiyah tidak menyangka putrinya sebagai pelaku pembunuhan.
Gambaran pemberitaan media massa diatas mungkin adalah hanya secuil dampak dari pergaulan bebas yang dewasa ini semakin tidak terbendung lagi.
 
Hal lain yang merujuk Data Statistik Nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya daya tubuh pada usia remaja. Dari data ini juga bisa ditarik garis benang merah, bahwa mungkin salah satu faktor penyebab tingginya jumlah penderita HIV/AIDS pada remaja adalah karena faktor pergaulan bebas.
 
 
Argumentasi :
Banyak hal terjadi di luaran akibat pergaulan bebas, hal ini di karenakan faktor dari internal maupun faktor eksternal. Hal ini sangat merusak moral bangsa pastinya. Akibat dari pergaulan bebas sendiri dapat menularkan penyakit AIDS/HIV. Meskipun di luaran di jual alat pengaman untuk berhubungan belum tentu semua itu biasa mengurangi angka penderita AIDS/HIV di Indonesia. Pergaulan bebas ini kebanyakan dilakukan oleh remaja dari tingkat SMP bahkan sampai Mahasiswa. Hal ini terjadi karena adanya pengaruh lingkungan dan lingkungan inilah yang menjadi kunci utama. Banyak perilaku menyimpang karena faktor lingkungan yang tidak sehat dalam arti pergaulannya. Pada zaman era globalisasi sekarang sangat parah, mereka seakan-akan tidak memiliki moral, seks bebas malah di jadikan tren up to date dikalangan remaja. Padahal, hal ini salah besar! Mereka tidak berpikir untuk masa depan melainkan terbawa nafsu. Ketika nafsu itu menguasai mental dan jiwa kita, di sinilah jalan pikiran kita tertutup dan tidak biasa membedakan yang hal baik maupun hal buruk. Selain dari faktor lingkungan, ada faktor internal yaitu faktor keluarga. Misalnya, anak yang mengalami broken home pasti akan lari kedalam dunia pergaulan bebas. Salah satunya bahkan bisa menyebabkan sang buah hati menjadikan free sex sebagai pelarian. Hal ini terjadi karena mereka putus asa melihat keutuhan keluarga yang tidak harmonis dan berujung dalam dunia bebas. Faktanya mereka melakukan ini karena kurangnya kasih sayang dari kedua orang tua. Nah, disinilah peranan orang tua penting. Sebagai orang tua harusnya mereka mengkaji atau mengatur lingkup pergaulan kita kearah positif tetapi tidak di kekang juga. Remaja sekarang jika dikekang malah ingin mencoba hal itu. Salah satu cara untung mengurangi pergaulan bebas yang semakin hari semakin panas dengan melakukan meditasi dari hati ke hati dengan pikiran rileks dan berilah kepercayaan kepada anak  tersebut. Jika seorang anak diberi kepercayaan pasti mereka akan menjauhi hal tersebut. Kebanyakan cara orang tua mendidik anaknya dengan perilaku keras misalnya saja mengekang pergaulan melakukan deskiriminasi terhadap mereka. Itu salah besar, sangat salah. Pengekangan bukan salah satu cara mengurangi dampak pergaulan bebas. Berilah anak tersebut kebebasan dalam arti masih terkontrol dengan baik. Maka dari itu keluarga juga memiliki peran yang signifikan dan krusial dalam membentengi seseorang dari pergaulan bebas. Keluarga yang harmonis, Komunikatif, mencerminkan kehangatan dan keterbukaan tentu menjadi modal yang sangat positif. Sebaliknya keluarga yang mengalami broken home tentu memberikan peluang yang lebih besar kepada hal-hal yang destruktif.  Sebagian besar ini fakta yang bias saya ambil dari sisi mata yang terjadi di sekitar kita.