PERILAKU KONSUMEN
Mengenai perilaku konsumen memiliki
pengertian yang luas dalam kehidupan sehari-hari. Pada zaman era globalisasi
para konsumen memiliki sifat kecenderungan yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang mereka dapatkan sehingga membuat
pola pikir para konsumen berubah. Dalam hal ini Perilaku konsumen memiliki
pengertian yaitu suatu proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan
pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan
jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Dari hal tersebut sudah terlihat perilaku konsumen sangat
mempengaruhi pola pikir konsumen itu sendiri untuk membuat atau mengambil keputusan
pembelian. Konsumen yaitu orang yang memakai atau menggunakan barang/jasa yang
tersedia dalam masyarakat baik bagi kepentingan sendiri, keluarga, orang lain,
maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Dalam hal ini untuk
barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan
dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi
(high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan
yang matang. Perilaku konsumen ini sendiri memiliki 2 perilaku yaitu bersifat
Rasional dan Irrasional.
Ciri-ciri dari Perilaku Konsumen yang
bersifat Rasional:
1. Konsumen
memilih barang berdasarkan kebutuhan
2. Konsumen
memilih barang yang mutunya terjamin
3. Konsumen
memilih barang yang harganya sesuai dengan kemampuan konsumen
Ciri-ciri Perilaku Konsumen yang bersifat
Irrasional:
1. Konsumen
sangat cepat tertarik dengan iklan dan promosi di media cetak maupun elektronik
2. Konsumen
memiliki barang-barang bermerk atau branded
yang sudah dikenal luas
3. Konsumen
memilih barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan gengsi atau prestise
PERILAKU PRODUSEN
Produsen adalah suatu kelompok atau orang yang memproduksi
barang yang nantinya akan dijual kepada pihak konsumen. Selain konsumen,
produsen juga memiliki perilaku-perilaku yang berbeda. Ada perilaku yang
menguntungkan ada juga perilaku yang merugikan. Dari
hal tersebut dapat terlihat dengan adanya perilaku produsen yaitu untuk lebih
teliti dalam memberikan harga jual yang tidak saling merugikan antara produsen
dan konsumen sehingga daya konsumsi konsumen menjadi stabil karena selain
konsumen membutuhkan barang atau jasa yang dihasilkan produsen, konsumen juga
mampu membeli barang atau jasa yang di jual.
Perilaku produsen yang saling
menguntungkan yaitu ketika seorang produsen mampu meningkatkan
produksi dengan menentukan komposisi faktor-faktor produksi yang dapat
meminimumkan biaya-biaya operasional dan mampu memperoleh keuntungan ke dalam
titik maksimal.
Perilaku produsen yang dapat
merugikan satu sama lain yaitu ketika seorang produsen tidak mampu menjalankan manajemen planning, organizing, actuating and
controlling tidak efektif dan terjadi pemborosan dalam biaya-bbiaya
operasional dan membuat kerugian .
Pengertian
Permintaan & Penawaran
Ketika ada penawaran pasti ada
permintaan. Terlebih dahulu kita pahami makna dari permintaan. Permintaan
adalah jumlah barang dan jasa yang
ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada
waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan adalah :
·
Harga barang itu
sendiri
ketika harga barang itu mahal konsumen pasti akan
berpikir ulang untuk membelinya sedangkan ketika harga barang itu murah
konsumen langsung membelinya.
·
Harga barang lain
yang berkaitan
Konsumen
membandingkan harga dari satu tempat ke tempat lainnya
·
Tingkat
pendapatan
Tingkat pendapatan masing-masing konsumen. Semakin pendapatan
konsumen tinggi semakin banyak permintaan dan sebaliknya pendepatan konsumen
rendah maka permintaan pun ikut merendah.
·
Selera konsumen
Konsumen memiliki selera berbeda-beda tergantung
kebutungan individualnya.hal ini di karenakan oleh konsumen memiliki perbedaan
sifat dan sikap.
Pengertian
dari penawaran adalah jumlah barang
atau jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat
harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi
penawaran adalah :
·
Harga barang itu
sendiri
Harga barang sangat menentukan karena konsumen selalu
melihat harga yang di pasarkan atau di tawarkan kepada mereka. Jika harganya
tinggi maka hanya konsumen menengah keataslah yang memiliki sedangkan harga
rendah bisa di konsumsi oleh konsumen menengah ke bawah atau sebaliknya.
·
Harga sumber
produksi
Harga sumber produksi menentukan harga yang akan di
pasarkan. Jika harga produksinya tinggi pasti nilai jualnya pun semakin tinggi
sedangkan jika harga produksinya rendah maka nilai jualnya pun murah.
·
Tingkat produksi
Semakin tinggi produksi semakin rendah untuk
mengurangi modal utama dan nilai jualnya pun masih bisa dalam tahap normal.
Jilka tingkat produksinya rendah maka akan mempengaruhi semua aspek yang
bersangkutan.
Faktor - Faktor
Yang Mempengaruhi Permintaan & Penawaran
Faktor - faktor yang mempengaruhi
permintaan diantaranya :
a. Selera
b. Pendapatan Konsumen
c. Harga Barang / Jasa
Pengganti
d. Harga Barang / Jasa
Pelengkap
e. Perkiraan Harga Di
Masa Yang Akan Datang
f. Intensitas Kebutuhan
Konsumen
Faktor - faktor yang mempengaruhi
penawaran diantaranya :
a. Biaya Produksi
b. Teknologi
c. Pajak
d. Perkiraan Harga
Barang Di Masa Yang Akan Datang
e. Harga Barang Itu
Sendiri
f. Harga Barang Pengganti
(Substitusi)
g. Jumlah Penduduk
Penentuan Harga Penawaran dan
Permintaan
Model
penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas barang
yang terjual di pasar. Hal ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang
kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang
diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga
terciptalah keseimbangan harga penawara dan permintaan yang terjadi dalam dunia
perekonomi antara harga dan kuantitas.
Terbentuknya harga dan kuantitas yang
terjadi di pasar, merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan
penjual (produsen), dimana kuantitas yang diminta dan ditawarkan sama besarnya.
Penentuan harga penawaran dan permintaan ini akan terjadi jika produsen dan
konsumen sepakat dalam maslah harga yang
telah di keluarkan oleh si produsen kesepakatan ini yang menentukan harga,
ketika harga sudah cocok maka akan terjadi sebuah transaksi antara pembeli dan
penjual,
Kepemimpinan
(Gaya Kepemimpinan)
1 Gaya Kepemimpinan Kontinum (Robert Tannenbaum dan Warren
Schmidt)
Gaya ini pertama sekali dikembangkan oleh Robert
Tannenbaum dan warren Schmidt. Menurut kedua ahli ini ada dua bidang pengaruh
yang ekstrim, yaitu:
·
Bidang pengaruh
pimpinan
Dalam hal ini pemimpin lebih menggunakan otoritas yang
di milikinya
·
Bidang pengaruh
kebebasan bawahan.
Dalam hal ini pemimpin lebih menekankan gaya
demokratis di setiap kegiatan yang mereka lakukan
2.Gaya
Kepemimpinan Managerial Grid (Robert R Blake dan Jane S Mouton)
Sesungguhnya, gaya managerial grid lebih menekankan
kepada pendekatan dua aspek yaitu aspek produksi di satu pihak, dan orang-orang
di pihak lain. Blake dan Mouton mempentingkan perhatian pemimpin terhadap
produksi dan bawahannya. Dalam managerial grid, ada empat macam grid yaitu :
a. Grid 1
Manajer kurang memperhatikan produksi yang harus
dicapai dan kurang melakukan perhatian terhadap orang-orang di dalam
organisasinya. Dalam grid ini manajer hanya berfungsi sebagai perantara
menyampaikan informasi dari atasan kepada bawahannya.
b. Grid 2
b. Grid 2
Manajer mempunyai perhatian yang tinggi terhadap
produksi yang akan dicapai juga terhadap orang-orang yang bekerja dengannya.
Dengan kata lain kegiatan produksi dan orang-orang yang bekerja untuk itu satu
kesatuan saling berhubungan erat.
c. Grid 3
Manajer memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi
terhadap orang-orang dalam organisasi, tetapi perhatian terhadap produksi
adalah rendah.
d. Grid 4
Manajer yang menggunakan gaya kepemimpinan yang
otokratis kepemimpinan ini lebih cenderung ke dalam hal penekanan pada setiap
produksinya serta manajernya tidak memperhatikan bawahan atau orang-orang yang
termasuk di dalam produksi tersebut.
3 Gaya Kepemimpinan Tiga Dimensi dari Reddin
Menurut Reddin, ada jenis gaya yang harus diperhatikan
yaitu gaya yang efektif dan gaya yang tidak efektif. Gaya kepemimpinan dari
Reddin ini tidak terpengaruh kepada lingkungan sakitarnya.
Gaya yang efektif terdiri dari :
a.
Eksekutif.
Gaya ini mempunyai perhatian yang banyak terhadap
tugas-tugas pekerjaan dan hubungan kerjayang saling sinkron.
b.
Pencinta
Pengembangan (Developer).
Pada gaya ini lebih mempunyai perhatian yang penuh
terhadap hubungan kerja, sedangkan perhatian terhadap tugas-tugas pekerjaan
kurang tertata rapi.
c.
Otokratis yang
baik.
Gaya kepemimpinan ini menekankan perhatian yang
maksimum terhadap pekerjaan (tugas-tugas) dan perhatian terhadap hubungan kerja
yang minimum sekali, tetapi tetap berusaha agar menjaga perasaan bawahannya.
Gaya yang tidak efektif adalah sebagai berikut :
1). Pencinta Kompromi (Compromiser).
Gaya Kompromi ini lebih cenderung ke perhatian kepada
tugas dan hubungan kerja berdasarkan situasi yang kompromi.
2). Missionari
Gaya ini menilai
keharmonisan sebagai suatu tujuan
3). Otokrat
Pemimpin tipe seperti ini memberikan perhatian yang
banyak terhadap tugas dan sedikit perhatian terhadap hubungan kerja dengan
perilaku yang tidak sesuai.
4). Lari dari tugas (Deserter)
Kepemipinan seperti ini sama sekali tidak memberikan
perhatian, baik kepada tugas maupun hubung kerja.
4.Gaya Kepemimpinan
Situasional
Gaya kepemimpin situasional menggabungkan proses
kepemimpinan dengan situasi dan kondisi yang ada. Gaya ini dikembangkan oleh
Hersey dan Blancard. Menurut gaya kepemimpinan situasional, ada tiga hal yang
saling berhubungan yaitu:
a.
Jumlah petunjuk
dan pengarahan yang diberikan oleh pimpinan.
b.
Jumlah dukungan
sosioemosional yang diberikan oleh pimpinan.
c.
Tingkat
kematangan dan kesiapan para pengikut yang di tunjukkan dalam melaksanakan
tugas kasus, fungsi atau tujuan tertentu.
Menurut Hersey dan Blancard penemunya (1979) ada empat
jenis tingkat kematangan bawahan yaitu :
a.
Orang yang tidak
mampu dan tidak mau atau tidak yakin (M1).
b.
Orang yang tidak
mampu tetapi mau (M2).
c.
Orang yang mampu
tetapi tidak mau atau kurang yakin (M3).
d.
Orang yang mampu
dan mau atau yakin (M4).
REFERENSI :
http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumen
yusufedi.blogspot.com/.../perilaku-produsen.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Penawaran_dan_permintaan
http://www.gunadarma.ac.id
http://www.gunadarma.ac.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar