Sabtu, 06 April 2013

tugas 1 tou 2


PERILAKU KONSUMEN
Mengenai perilaku konsumen memiliki pengertian yang luas dalam kehidupan sehari-hari. Pada zaman era globalisasi para konsumen memiliki sifat kecenderungan yang tidak pernah merasa puas dengan  apa yang mereka dapatkan sehingga membuat pola pikir para konsumen berubah. Dalam hal ini Perilaku konsumen memiliki pengertian yaitu suatu proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Dari hal tersebut  sudah terlihat perilaku konsumen sangat mempengaruhi pola pikir konsumen itu sendiri untuk membuat atau mengambil keputusan pembelian. Konsumen yaitu orang yang memakai atau menggunakan barang/jasa yang tersedia dalam masyarakat baik bagi kepentingan sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Dalam hal ini untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Perilaku konsumen ini sendiri memiliki 2 perilaku yaitu bersifat Rasional dan Irrasional.
Ciri-ciri dari Perilaku Konsumen yang bersifat Rasional:
1.      Konsumen memilih barang berdasarkan kebutuhan
2.      Konsumen memilih barang yang mutunya terjamin
3.      Konsumen memilih barang yang harganya sesuai dengan kemampuan konsumen
Ciri-ciri Perilaku Konsumen yang bersifat Irrasional:
1.      Konsumen sangat cepat tertarik dengan iklan dan promosi di media cetak maupun elektronik
2.      Konsumen memiliki barang-barang bermerk atau branded yang sudah dikenal luas
3.      Konsumen memilih barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan gengsi atau prestise
PERILAKU PRODUSEN
Produsen adalah suatu kelompok atau orang yang memproduksi barang yang nantinya akan dijual kepada pihak konsumen. Selain konsumen, produsen juga memiliki perilaku-perilaku yang berbeda. Ada perilaku yang menguntungkan ada juga perilaku yang merugikan. Dari hal tersebut dapat terlihat dengan adanya perilaku produsen yaitu untuk lebih teliti dalam memberikan harga jual yang tidak saling merugikan antara produsen dan konsumen sehingga daya konsumsi konsumen menjadi stabil karena selain konsumen membutuhkan barang atau jasa yang dihasilkan produsen, konsumen juga mampu membeli barang atau jasa yang di jual.

Perilaku produsen yang saling menguntungkan yaitu ketika seorang produsen mampu meningkatkan produksi dengan menentukan komposisi faktor-faktor produksi yang dapat meminimumkan biaya-biaya operasional dan mampu memperoleh keuntungan ke dalam titik maksimal. 

Perilaku produsen yang dapat merugikan satu sama lain yaitu ketika seorang produsen tidak mampu menjalankan manajemen planning, organizing, actuating and controlling tidak efektif dan terjadi pemborosan dalam biaya-bbiaya operasional dan membuat kerugian .

Pengertian Permintaan & Penawaran
Ketika ada penawaran pasti ada permintaan. Terlebih dahulu kita pahami makna dari permintaan. Permintaan adalah jumlah barang dan jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan adalah :
·       Harga barang itu sendiri
ketika harga barang itu mahal konsumen pasti akan berpikir ulang untuk membelinya sedangkan ketika harga barang itu murah konsumen langsung membelinya.
·                               Harga barang lain yang berkaitan
Konsumen membandingkan harga dari satu tempat ke tempat lainnya
·                               Tingkat pendapatan
Tingkat pendapatan masing-masing konsumen. Semakin pendapatan konsumen tinggi semakin banyak permintaan dan sebaliknya pendepatan konsumen rendah maka permintaan pun ikut merendah.
·                               Selera konsumen
Konsumen memiliki selera berbeda-beda tergantung kebutungan individualnya.hal ini di karenakan oleh konsumen memiliki perbedaan sifat dan sikap.

Pengertian dari penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran adalah :

·       Harga barang itu sendiri
Harga barang sangat menentukan karena konsumen selalu melihat harga yang di pasarkan atau di tawarkan kepada mereka. Jika harganya tinggi maka hanya konsumen menengah keataslah yang memiliki sedangkan harga rendah bisa di konsumsi oleh konsumen menengah ke bawah atau sebaliknya.
·       Harga sumber produksi
Harga sumber produksi menentukan harga yang akan di pasarkan. Jika harga produksinya tinggi pasti nilai jualnya pun semakin tinggi sedangkan jika harga produksinya rendah maka nilai jualnya pun murah.
·       Tingkat produksi
Semakin tinggi produksi semakin rendah untuk mengurangi modal utama dan nilai jualnya pun masih bisa dalam tahap normal. Jilka tingkat produksinya rendah maka akan mempengaruhi semua aspek yang bersangkutan.

Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan & Penawaran
Faktor - faktor yang mempengaruhi permintaan diantaranya :
a. Selera
b. Pendapatan Konsumen
c. Harga Barang / Jasa Pengganti
d. Harga Barang / Jasa Pelengkap
e. Perkiraan Harga Di Masa Yang Akan Datang
f. Intensitas Kebutuhan Konsumen

Faktor - faktor yang mempengaruhi penawaran diantaranya :
a. Biaya Produksi
b. Teknologi
c. Pajak
d. Perkiraan Harga Barang Di Masa Yang Akan Datang
e. Harga Barang Itu Sendiri
f. Harga Barang Pengganti (Substitusi)
g. Jumlah Penduduk
Penentuan Harga Penawaran dan Permintaan
Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas barang yang terjual di pasar. Hal ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan harga penawara dan permintaan yang terjadi dalam dunia perekonomi antara harga dan kuantitas.
Terbentuknya harga dan kuantitas yang terjadi di pasar, merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen), dimana kuantitas yang diminta dan ditawarkan sama besarnya. Penentuan harga penawaran dan permintaan ini akan terjadi jika produsen dan konsumen sepakat  dalam maslah harga yang telah di keluarkan oleh si produsen kesepakatan ini yang menentukan harga, ketika harga sudah cocok maka akan terjadi sebuah transaksi antara pembeli dan penjual,


Kepemimpinan (Gaya Kepemimpinan)

1 Gaya Kepemimpinan Kontinum (Robert Tannenbaum dan Warren Schmidt)
Gaya ini pertama sekali dikembangkan oleh Robert Tannenbaum dan warren Schmidt. Menurut kedua ahli ini ada dua bidang pengaruh yang ekstrim, yaitu:
·         Bidang pengaruh pimpinan
Dalam hal ini pemimpin lebih menggunakan otoritas yang di milikinya
·         Bidang pengaruh kebebasan bawahan.
Dalam hal ini pemimpin lebih menekankan gaya demokratis di setiap kegiatan yang mereka lakukan
2.Gaya Kepemimpinan Managerial Grid (Robert R Blake dan Jane S Mouton)
Sesungguhnya, gaya managerial grid lebih menekankan kepada pendekatan dua aspek yaitu aspek produksi di satu pihak, dan orang-orang di pihak lain. Blake dan Mouton mempentingkan perhatian pemimpin terhadap produksi dan bawahannya. Dalam managerial grid, ada empat macam grid yaitu :
a. Grid 1
Manajer kurang memperhatikan produksi yang harus dicapai dan kurang melakukan perhatian terhadap orang-orang di dalam organisasinya. Dalam grid ini manajer hanya berfungsi sebagai perantara menyampaikan informasi dari atasan kepada bawahannya.
b. Grid 2
Manajer mempunyai perhatian yang tinggi terhadap produksi yang akan dicapai juga terhadap orang-orang yang bekerja dengannya. Dengan kata lain kegiatan produksi dan orang-orang yang bekerja untuk itu satu kesatuan saling berhubungan erat.
c. Grid 3
Manajer memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap orang-orang dalam organisasi, tetapi perhatian terhadap produksi adalah rendah.
d. Grid 4
Manajer yang menggunakan gaya kepemimpinan yang otokratis kepemimpinan ini lebih cenderung ke dalam hal penekanan pada setiap produksinya serta manajernya tidak memperhatikan bawahan atau orang-orang yang termasuk di dalam produksi tersebut.

3 Gaya Kepemimpinan Tiga Dimensi dari Reddin
Menurut Reddin, ada jenis gaya yang harus diperhatikan yaitu gaya yang efektif dan gaya yang tidak efektif. Gaya kepemimpinan dari Reddin ini tidak terpengaruh kepada lingkungan sakitarnya.

Gaya yang efektif terdiri dari :
a.                       Eksekutif.
Gaya ini mempunyai perhatian yang banyak terhadap tugas-tugas pekerjaan dan hubungan kerjayang saling sinkron.
b.      Pencinta Pengembangan (Developer).
Pada gaya ini lebih mempunyai perhatian yang penuh terhadap hubungan kerja, sedangkan perhatian terhadap tugas-tugas pekerjaan kurang tertata rapi.



c.                                         Otokratis yang baik.
Gaya kepemimpinan ini menekankan perhatian yang maksimum terhadap pekerjaan (tugas-tugas) dan perhatian terhadap hubungan kerja yang minimum sekali, tetapi tetap berusaha agar menjaga perasaan bawahannya.

Gaya yang tidak efektif adalah sebagai berikut :
1). Pencinta Kompromi (Compromiser).
Gaya Kompromi ini lebih cenderung ke perhatian kepada tugas dan hubungan kerja berdasarkan situasi yang kompromi.
2). Missionari
Gaya ini menilai keharmonisan sebagai suatu tujuan
3). Otokrat
Pemimpin tipe seperti ini memberikan perhatian yang banyak terhadap tugas dan sedikit perhatian terhadap hubungan kerja dengan perilaku yang tidak sesuai.
4). Lari dari tugas (Deserter)
Kepemipinan seperti ini sama sekali tidak memberikan perhatian, baik kepada tugas maupun hubung kerja.

4.Gaya Kepemimpinan Situasional
Gaya kepemimpin situasional menggabungkan proses kepemimpinan dengan situasi dan kondisi yang ada. Gaya ini dikembangkan oleh Hersey dan Blancard. Menurut gaya kepemimpinan situasional, ada tiga hal yang saling berhubungan yaitu:
a.         Jumlah petunjuk dan pengarahan yang diberikan oleh pimpinan.
b.         Jumlah dukungan sosioemosional yang diberikan oleh pimpinan.
c.         Tingkat kematangan dan kesiapan para pengikut yang di tunjukkan dalam melaksanakan tugas kasus, fungsi atau tujuan tertentu.
Menurut Hersey dan Blancard penemunya (1979) ada empat jenis tingkat kematangan bawahan yaitu :
a.         Orang yang tidak mampu dan tidak mau atau tidak yakin (M1).
b.         Orang yang tidak mampu tetapi mau (M2).
c.         Orang yang mampu tetapi tidak mau atau kurang yakin (M3).
d.        Orang yang mampu dan mau atau yakin (M4).

REFERENSI :
http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumen
yusufedi.blogspot.com/.../perilaku-produsen.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Penawaran_dan_permintaan
http://www.gunadarma.ac.id