Pengertian Esai dan Ciri-Cirinya
Esai
adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari
sudut pandang pribadi penulisnya. Pengarang esai disebut esais. Esai sebagai
satu bentuk karangan dapat bersifat informal dan formal. Esai informal mempergunakan
bahasa percakapan, dengan bentuk sapaan â??sayaâ? dan seolah-olah ia berbicara
langsung dengan pembacanya. Adapun esai yang formal pendekatannya serius.
Pengarang mempergunakan semua persyaratan penulisan.
- Esai Deskriptif.
Esai jenis ini dapat meluliskan subjek
atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang. Ia bisa
mendeskripsikan sebuah rumah, sepatu, tempat rekreasi dan sebagainya.
- Esai Tajuk.
Esai jenis ini dapat dilihat dalam surat kabar dan majalah.
Esai ini mempunyai satu fungsi khusus, yaitu menggambarkan pandangan dan sikap
surat kabar/majalah tersebut terhadap satu topik dan isyu dalam masyarakat.
Dengan Esai tajuk, surat kabar tersebut membentuk opini pembaca. Tajuk surat
kabar tidak perlu disertai dengan nama penulis.
- Esai Cukilan Watak.
Esai ini memperbolehkan seorang penulis
membeberkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada para
pembaca. Lewat cukilan watak itu pembaca dapat mengetahui sikap penulis
terhadap tipe pribadi yang dibeberkan. Disini penulis tidak menuliskan
biografi. Ia hanya memilih bagian-bagian yang utama dari kehidupan dan watak
pribadi tersebut.
- Esai Pribadi
Hampir sama dengan esai cukilan watak.
Akan tetapi esai pribadi ditulis sendiri oleh pribadi tersebut tentang dirinya
sendiri. Penulis akan menyatakan â??Saya adalah saya. Saya akan menceritakan
kepada saudara hidup saya dan pandangan saya tentang hidupâ?. Ia membuka tabir
tentang dirinya sendiri.
- Esai Reflektif.
Esai reflektif ditulis secara formal
dengan nada serius. Penulis mengungkapkan dengan dalam, sungguh-sungguh, dan
hati-hati beberapa topik yang penting berhubungan dengan hidup, misalnya
kematian, politik, pendidikan, dan hakikat manusiawi. Esai ini ditujukan kepada
para cendekiawan.
- Esai Kritik.
Dalam esai kritik penulis memusatkan
diri pada uraian tentang seni, misalnya, lukisan, tarian, pahat, patung,
teater, kesusasteraan. Esai kritik bisa ditulis tentang seni tradisional,
pekerjaan seorang seniman pada masa lampau, tentang seni kontemporer. Esai ini
membangkitkan kesadaran pembaca tentang pikiran dan perasaan penulis tentang
karya seni. Kritik yang menyangkut karya sastra disebut kritik sastra.
Sebuah
esai dasar bisa dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
- Pertama, pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek yang akan dinilai oleh si penulis tersebut.
- Kedua, tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek.
- Ketiga, adalah bagian akhir yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek yang dinilai oleh si penulis.
- Berbentuk prosa, artinya dalam bentuk komunikasi biasa, menghindarkan penggunaan bahasa dan ungkapan figuratif.
- Singkat, maksudnya dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam.
- Memiliki gaya pembeda. Seorang penulis esai yang baik akan membawa ciri dan gaya yang khas, yang membedakan tulisannya dengan gaya penulis lain.
- Selalu tidak utuh, artinya penulis memilih segi-segi yang penting dan menarik dari objek dan subjek yang hendak ditulis. Penulis memilih aspek tertentu saja untuk disampaikan kepada para pembaca.
- Memenuhi keutuhan penulisan. Walaupun esai adalah tulisan yang tidak utuh, namun harus memiliki kesatuan, dan memenuhi syarat-syarat penulisan, mulai dari pendahuluan, pengembangan sampai ke pengakhiran. Di dalamnya terdapat koherensi dan kesimpulan yang logis. Penulis harus mengemukakan argumennya dan tidak membiarkan pembaca tergantung di awang-awang.
- Mempunyai nada pribadi atau bersifat personal, yang membedakan esai dengan jenis karya sastra yang lain adalah ciri personal. Ciri personal dalam penulisan esai adalah pengungkapan penulis sendiri tentang kediriannya, pandangannya, sikapnya, pikirannya, dan dugaannya kepada pembaca.
Langkah-langkah pembuatan esai
Jika
dipetakan mengenai langkah-langkah membuat esai, bisa dirunut sebagai berikut:
- Menentukan tema atau topik
- Membuat outline atau garis besar ide-ide yang akan kita bahas
- Menuliskan pendapat kita sebagai penulisnya dengan kalimat yang singkat dan jelas
- Menulis tubuh esai; memulai dengan memilah poin-poin penting yang akan dibahas, kemudian buatlah beberapa subtema pembahasan agar lebih memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari gagasan kita sebagai penulisnya, selanjutnya kita harus mengembangkan subtema yang telah kita buat sebelumnya.
- Membuat paragraf pertama yang sifatnya sebagai pendahuluan. Itu sebabnya, yang akan kita tulis itu harus merupakan alasan atau latar belakang alasan kita menulis esai tersebut.
- Menuliskan kesimpulan. Ini penting karena untuk membentuk opini pembaca kita harus memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan kita sebagai penulisnya. Karena memang tugas penulis esai adalah seperti itu. Berbeda dengan penulis berita di media massa yang seharusnya (memang) bersikap netral.
- Jangan lupa untuk memberikan sentuhan akhir pada tulisan kita agar pembaca merasa bisa mengambil manfaat dari apa yang kita tulis tersebut dengan mudah dan sistematis sehingga membentuk kerangka berpikir mereka secara utuh.
Cara
mengembangkan kerangka karangan esai
- Untuk memudahkan karangan, mulailah dengan sebuah definisi;
- Kembangkan karangan dengan deskripsi situasi;
- Masukan pandangan seorang ahli;
- Buatlah kalimat-kalimat tunggal dan kalimat majemuk setara atau bertingkat dengan struktur yang sederhana;
- Untuk memudahkan menguraikan paragraf gunakan paragaraf-paragraf deduktif;
- Esai biasa adalah karangan argumentasi.
Esai
ESSAY TENTANG DIRI SENDIRI
Nama saya adalah Yulia
Mustabsiroh, saya biasa dipanggil dengan sebutan Julia. Kenapa saya bisa
dipanggil dengan sebutan Julia, karena saya lahir di bulan Juli. Tetapi saat saya
di kampus teman-teman sering memanggil dengan sebutan Juli maupun Jupreh. Entah
kenapa mereka sering memanggil saya seperti itu, mungkin biar lebih mudah untuk
memanggil saya.
Saya lahir di Pati Jawa
Tengah, pada tanggal 4 Juli 1993. Saya anak pertama dari dua bersaudara dan
nama adik saya adalah Emi, adik saya ini masih sekolah di Smp Negeri 1
Cikarang-Utara sekarang dia kelas 3 Smp.
Sejak umur 2 tahun saya
tinggal di Jakarta karena ayah mendapat tugas di daerah tersebut. Meskipun saya
kelahiran Jawa, tetapi saya tidak fasih menggunakan bahasa Jawa sebab dari
kecil saya sudah tinggal di Jakarta.
Saat pernah bersekolah di
SDN 01 Telaga Murni, SMPN 2 Cikarang-Barat dan SMK 2 Cikarang dan saya sekarang
sedang berkuliah di Universitas Gunadarma. Saya mengambil jurusan Sistem
Informasi melanjutkan dari jurusan saya yang terdahulu yaitu Teknik Komputer
dan Jaringan. Banyak keluh kesahnya dari pengalaman selama di bangku
perkuliahan. Dari kejar-kejaran nilai IPK memutar balikkan pikiran bagaimana
caranya nilai IPK saya tidak turun. Banyak hal yang telah saya lewati sampai
tahap ini, sekarang saya berada di tingkat 3 yaitu di semester 5. Saya berharap
waktu, tenaga dan pikiran yang telah saya keluarkan selama ini mendapatkan
hasil yang memuaskan khususnya untuk kedua orang tua saya dan membuat bangga
alm ayah.
Keinginan yang belum dapat
tercapai sampai sekarang yaitu lulus dengan nilai yang bagus dan mendapat
pekerjaan yang layak. Sehingga, apa yang saya telah lakukan selama ini membawa
manfaat dan bisa di realisasikan dalam dunia kerja maupun lingkungan
sekitarnya.
Inilah cerita dan pengalaman
kehidupan saya yang singkat, yang telah saya lakukan dan jalani selama ini,
semoga saya bisa menjadi orang yang berhasil dan membanggakan bagi orang tua, keluarga,
bangsa, dan negara.
Referensi : http://www.pemustaka.com/pengertian-esai-dan-ciri-cirinya.html