Senin, 22 Oktober 2012

KEPEMIMPINAN


Pengertian Kepemimpinan
Secara etimologi pemimpin berasal dari kata pimpin yang berari “The art of influencing and directing meaninsuch away to obatain their willing obedience, confidence, respect, and loyal cooperation in order to accomplish the mission” ( kepemimipana adalah seni untuk mempengaruhi dan menggerakan orang-orang sedemikian rupa untuk memperoleh kepatuhan, kepercayaan, respek dan kerjasama secara loyal untuk menyelesaikan suatu tugas- Field Manual 22-100). Menurut Sarros dan Butchatsky (1996), “leadership is defined as the purposeful behaviour of influencing others to contribute to a commonly agreed goal for the benefit of individual as well as the organization or common good”. Menurut definisi tersebut, kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai suatu perilaku dengan tujuan tertentu untuk mempengaruhi aktivitas para anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama yang dirancang untuk memberikan manfaat individu dan organisasi. Sedangkan menurut Anderson (1988), “leadership means using power to influence the thoughts and actions of others in such a way that achieve high performance”. Menurut Sayidiman Suryohadiprojo, di lingkungan Belanda. Pengertian kepemimpinan (kurang lebih sama dengan leiderschap) adalah satu kemampuan manusia yang diperoleh dari lahir, bukan karena mendapat pendidikan tertentu.
Pada dasarnya, fungsi kepemimpinan memiliki dua aspek dasar yaitu :
1. Fungsi administrasi, yaitu mengadakan formulasi kebijasanaan administrasi dan menyediakan fasilitasnya
2. Fungsi sebagai top manajemen, yaitu mengadakan planning, organizing, staffing, directing commanding, controlling, dan sebagainya.
Albert Enstein mengatakan Religion “without science is blind, science without religion is lame” yamg artinya Agama tanpa ilmu pengetahuan adalah buta, ilmu pengetahuan tanpa agama adalah membuat pincang .
Teori Kepemimpinan
1. Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory )
Analisis ilmiah tentang kepemimpinan beerangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan , bukannya diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan “the greatma theory”
Dalam perkemabangannya, teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwaa sifat – sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan, akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Sifat – sifat itu antara lain ; sifat fisik, mental dan kepribadian
2. Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi
Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecenderungan kea rah dua hal :
Pertama yang disebut Konsiderasi yaitu kecenderungan pemimpin yangØ menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti: membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan bersedia bekonsultasi dengan bawahan.
Kedua disebut struksur inisiasi yaitu kecenderungan seorang pemimpinØ yang memberikan batasan kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat, bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasil apa yang akan dicapai.
Jadi berdasarkan teori ini, seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi juga.
Kemudian juga timbul teori kepemimpinan situasi dimana seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.
3. Teori kontingensi
Mulai berkembang th 1962, teori ini menyatakan bahwa tidak ada satu sistem manajemen yang optimum, sistem tergantung pada tingkat perubahan lingkungannya. Sistem ini disebut sistem organik (sebagai lawan sistem mekanistik), pada sistem ini mempunyai beberapa ciri:
·         Substansinya adalah manusia bukan tugas
·         Kurang menekankan hirarki
·         Struktur saling berhubungan, fleksibel, dalam bentuk kelompok
·         Kebersamaan dalam nilai, kepercayaan dan norma
·         Pengendalian diri sendiri, penyesuaian bersama
4. Teori Behavioristik
Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek – aspek mental. Dengan kata lain, behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Pendekatan ini menekankan bahwa manajemen yang efektif bila ada pemahaman tentang pekerja – lebih berorientasi pada manusia sebagai pelaku.
Beberapa tokohnya, antara lain:
a.      Maslow
Individu mempunyai 5 kebutuhan dasar yaitu physical needs, security needs, social needs, esteem needs, self actualization needs. Kebutuhan tersebut akan menimbulkan suatu keinginan untuk memenuhinya. Organisasi perlu mengenali kebutuhan tersebut dan berusaha memenuhinya agar timbul kepuasan.
b.      Douglas Mc Gregor (1906-1964)
Teori X dan teori Y
Teori X melihat karyawan dari segi pessimistik, manajer hanya mengubah kondisi kerja dan mengektifkan penggunaan rewards & punishment untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Teori Y melihat karyawan dari segi optimistik, manajer perlu melakukan pendekatan humanistik kepada karyawan, menantang karyawan untuk berprestasi, mendorong pertumbuhan pribadi, mendorong kinerja.
5. Teori Humanistik
Teori ini lebih menekankan pada prinsip kemanusiaan. Teori humanistic biasanya dicirikan dengan adanya suasana saling menghargai dan adanya kebebasan.
Teori Humanistik dengan para pelopor Argryris, Blake dan Mouton, Rensis Likert, dan Douglas McGregor. Teori ini secara umum berpendapat, secara alamiah manusia merupakan “motivated organism”. Organisasi memiliki struktur dan sistem kontrol tertentu. Fungsi dari kepemimpinan adalah memodifikasi organisasi agar individu bebas untuk merealisasikan potensi motivasinya didalam memenuhi kebutuhannya dan pada waktu yang sama sejalan dengan arah tujuan kelompok. Apabila dicermati, didalam Teori Humanistik, terdapat tiga variabel pokok, yaitu;
1) kepemimpinan yang sesuai dan memperhatikan hati nurani anggota dengan segenap harapan, kebutuhan, dan kemampuan-nya,
2) organisasi yang disusun dengan baik agar tetap relevan dengan kepentingan anggota disamping kepentingan organisasi secara keseluruhan,
3) interaksi yang akrab dan harmonis antara pimpinan dengan anggota untuk menggalang persatuan dan kesatuan serta hidup damai bersama-sama. Blanchard, Zigarmi, dan Drea bahkan menyatakan, kepemimpinan bukanlah sesuatu yang Anda lakukan terhadap orang lain, melainkan sesuatu yang Anda lakukan bersama dengan orang lain (Blanchard & Zigarmi, 2001).
Tipe, Gaya, dan Perilaku Pemimpin
TIPE-TIPE KEPEMIMPINAN

1. Tipe Kepemimpinan Kharismatis
Tipe kepemimpinan karismatis memiliki kekuatan energi, daya tarik dan pembawaan yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya. Kepemimpinan kharismatik dianggap memiliki kekuatan ghaib (supernatural power) dan kemampuan-kemampuan yang superhuman, yang diperolehnya sebagai karunia Yang Maha Kuasa. Kepemimpinan yang kharismatik memiliki inspirasi, keberanian, dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. Totalitas kepemimpinan kharismatik memancarkan pengaruh dan daya tarik yang amat besar.
2. Tipe Kepemimpinan Paternalistis/Maternalistik
Kepemimpinan paternalistik lebih diidentikkan dengan kepemimpinan yang kebapakan dengan sifat-sifat sebagai berikut:
1)      mereka menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak/belum dewasa, atau anak
sendiri yang perlu dikembangkan,
  2)  mereka bersikap terlalu melindungi,
  3)  mereka jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan
       sendiri,
  4)  mereka hampir tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif,
  5)  mereka memberikan atau hampir tidak pernah memberikan kesempatan pada pengikut  
       atau bawahan untuk mengembangkan imajinasi dan daya kreativitas mereka sendiri,
  6)  selalu bersikap maha tahu dan maha benar.

Sedangkan tipe kepemimpinan maternalistik tidak jauh beda dengan tipe kepemimpinan paternalistik, yang membedakan adalah dalam kepemimpinan maternalistik terdapat sikap over-protective atau terlalu melindungi yang sangat menonjol disertai kasih sayang yang berlebih lebihan.

3. Tipe Kepemimpinan Militeristik
Tipe kepemimpinan militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter. Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik adalah:
1) lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando, keras dan sangat otoriter, kaku dan
    seringkali kurang bijaksana,
2) menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan,
3) sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran yang  
    berlebihan,
4) menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya,
5) tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan-kritikan dari bawahannya,
6) komunikasi hanya berlangsung searah.

4. Tipe Kepemimpinan Otokratis (Outhoritative, Dominator)

Kepemimpinan otokratis memiliki ciri-ciri antara lain:

1)   mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipatuhi,
2)   pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal,
3)   berambisi untuk merajai situasi,
4)   setiap perintah dan kebijakan selalu ditetapkan sendiri,
5)   bawahan tidak pernah diberi informasi yang mendetail tentang rencana dan tindakan 
      yang akan dilakukan,
6)   semua pujian dan kritik terhadap segenap anak buah diberikan atas pertimbangan
      pribadi,
7)   adanya sikap eksklusivisme,
8)   selalu ingin berkuasa secara absolut,
9)   sikap dan prinsipnya sangat konservatif, kuno, ketat dan kaku,
10) pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahan apabila mereka patuh.

5. Tipe Kepemimpinan Laissez Faire

Pada tipe kepemimpinan ini praktis pemimpin tidak memimpin, dia membiarkan kelompoknya dan setiap orang berbuat semaunya sendiri. Pemimpin tidak berpartisipasi sedikit pun dalam kegiatan kelompoknya. Semua pekerjaan dan tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya sendiri. Pemimpin hanya berfungsi sebagai simbol, tidak memiliki keterampilan teknis, tidak mempunyai wibawa, tidak bisa mengontrol anak buah, tidak mampu melaksanakan koordinasi kerja, tidak mampu menciptakan suasana kerja yang kooperatif. Kedudukan sebagai pemimpin biasanya diperoleh dengan cara penyogokan, suapan atau karena sistem nepotisme. Oleh karena itu organisasi yang dipimpinnya biasanya morat marit dan kacau balau.

6. Tipe Kepemimpinan Populistis

Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisonal, tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme.

7. Tipe Kepemimpinan Administratif/Eksekutif

Kepemimpinan tipe administratif ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokrat-teknokrat dan administratur-administratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. Oleh karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien dalam pemerintahan. Pada tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi, indutri, manajemen modern dan perkembangan sosial ditengah masyarakat.

8. Tipe Kepemimpinan Demokratis

Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahan, dengan penekanan pada rasa tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerjasama yang baik. kekuatan kepemimpinan demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.

Kepemimpinan demokratis menghargai potensi setiap individu, mau mendengarkan nasehat dan sugesti bawahan. Bersedia mengakui keahlian para spesialis dengan bidangnya masing-masing. Mampu memanfaatkan kapasitas setiap anggota seefektif mungkin pada saat-saat dan kondisi yang tepat.

GAYA KEPEMIMPINAN

1 Gaya Kepemimpinan Kontinum (Robert Tannenbaum dan Warren Schmidt)
2 Gaya Kepemimpinan Managerial Grid (Robert R Blake dan Jane S Mouton)
3 Gaya Kepemimpinan Tiga Dimensi dari Reddin
4 Gaya Kepemimpinan Empat Sistem Manajemen dari Likert


PERILAKU PEMIMPIN

Pemimpin yang Direktif
Pemimpin yang memberitahu kepada para pengikut mengenai apa yang diharapkan dari mereka, menentukan pekerjaan yang harus diselesaikan, memberikan bimbingan khusus terkait dengan cara menyelesaikan berbagai tugas tersebut.

Pemimpin yang Suportif
Pemimpin yang ramah dan memperhatikan kebutuhan para pengikutnya

Pemimpin yang Partisipatif
Pemimpin yang melakukan perundingan dengan para pengikutnya dan menggunakan saran-saran mereka sebelum mengambil suatu keputusan

Pemimpin yang Berorientasi Pencapaian
Pemimpin yang menetapkan tujuan-tujuan dan mengharapkan para pengikutnya untuk bekerja dengan sangat baik.
NAMA-NAMA TOKOH YANG BERHASIL MEMIMPIN DAN BIDANG YANG DI KUASAINYA
2.    Mark Elliot Zuckerberg (Pendiri Facebook)
3.    Steve Jobs (Pendiri Apple)

Kamis, 04 Oktober 2012

Teori Organisasi Umum 1

Teori Organisasi Umum 1

Pengertian Organisasi

Pendapat dari para ahli :

·         Menurut James D. Mooney
Organisasi adalah suatu bentuk kerjasama manusia untuk pencapaian tujuan bersama.

·         Menurut Thester I. Bernard
Organisasi merupakan suatu sistem kerjasama dari 2 orang atau lebih, sesuatu yang tak terwujud dan tidak bersifat perseorangan dan sebagian besar mengenai hal-hal hubungan.

·         Menurut J. M. Gaus
Organisasi adalah tata hubungan antar orang-orang untuk dapat memungkinkan tercapainya tujuan bersama dengan adanya pembagian tugas dan tanggung jawab. organisasi adalah alat untuk tercapainya tujuan dari sebuah Hubungan manajemen dan organisasi manajemen.

Menurut Stoner 
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.

·         Menurut PFIFFNER dan SHERWOOD 
     Organisasi sebagai suatu pola dari cara-cara dalam mana sejumlah orang yang saling berhubungan, bertemu muka, secara intim dan terkait dalam suatu tugas yang bersifat kompleks, berhubungan satu dengan yang lainnya secara sadar, menetapkan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan semula secara sistematis.

         Menurut BAKKE 
    Organisasi merupakan  sebuah sistem yang kontinue dari penggunaan, pemindahan aktivitas-aktivitas manusia yang dibebankan dan dikoordinasikan, sehingga membentuk suatu kumpulan tertentu yang terdiri dari manusia, material, kapital, gagasan, dan sumber daya alam ke dalam suatu keseluruhan pemecahan persoalan.

·         ALLEN 
   Organisasi adalah suatu proses identifikasi dan pembentukan serta pengelompokan kerja, mendefinisikan dan mendelegasikan wewenang maupun tanggung jawab dan menetapkan hubungan - hubungan dengan maksud untuk memungkinkan orang-orang bekerjasama secara efektif dalam menuju tujuan yang ditetapkan.


Macam – Macam Organisasi

1.    Organisasi Niaga
Organisasi Niaga adalah organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan. Macam-macam Organisasi Niaga:
·       Perseroan Terbatas (PT)
·       Perseroan Komanditer (CV)‏
·       Firma (FA)‏
·       Koperasi
·       Join Ventura
·       Trus
·       Kontel
·       Holding Company
Beberapa Tipe Organisasi Niaga :
a)      Badan Usaha / Perusahaan Perseorangan atau Individu
Perusahaan perseorangan adalah badan usaha kepemilikannya dimiliki oleh satu orang. Individu dapat membuat badan usaha perseorangan tanpa izin dan tata cara tententu. Semua orang bebas membuat bisnis personal tanpa adanya batasan untuk mendirikannya. Pada umumnya perusahaan perseorangan bermodal kecil, terbatasnya jenis serta jumlah produksi, memiliki tenaga kerja / buruh yang sedikit dan penggunaan alat produksi teknologi sederhana.
Contoh perusahaan perseorangan seperti toko kelontong, tukang bakso keliling, pedagang asongan, dan lain sebagainya.
Ciri dan sifat perusahaan perseorangan :
·            Relatif mudah didirikan dan juga dibubarkan
·            Tanggung jawab tidak terbatas dan bisa melibatkan harta pribadi
·            Tidak ada pajak, yang ada adalah pungutan dan retribusi
·            Seluruh keuntungan dinikmati sendiri
·            Sulit mengatur roda perusahaan karena diatur sendiri
·            Keuntungan yang kecil yang terkadang harus mengorbankan penghasilan yang 
       lebih besar
·            Jangka waktu badan usaha tidak terbatas atau seumur hidup
·            Sewaktu-waktu dapat dipindah tangankan
b)      Perusahaan / Badan Usaha Persekutuan / Partnership
Perusahaan persekutuan adalah badan usaha yang dimiliki oleh dua orang atau lebih yang secara bersama-sama bekerja sama untuk mencapai tujuan bisnis. Yang termasuk dalam badan usaha persekutuan adalah firma dan persekutuan komanditer alias cv. Untuk mendirikan badan usaha persekutuan membutuhkan izin khusus pada instansi pemerintah yang terkait.
a. Firma
Firma adalah suatu bentuk persekutuan bisnis yang terdiri dari dua orang atau lebih dengan nama bersama yang tanggung jawabnya terbagi rata tidak terbatas pada setiap pemiliknya.

ciri dan sifat firma :
·        Apabila terdapat hutang tak terbayar, maka setiap pemilik wajib melunasi dengan harta pribadi.
·            Setiap anggota firma memiliki hak untuk menjadi pemimpin
·    Seorang anggota tidak berhak memasukkan anggota baru tanpa seizin anggota yang lainnya.
·            Keanggotaan firma melekat dan berlaku seumur hidup
·            Seorang anggota mempunyai hak untuk membubarkan firma
·            Pendiriannya tidak memelukan akte pendirian
·            Mudah memperoleh kredit usaha
b. Persekutuan Komanditer / CV / Commanditaire Vennotschaap
CV adalah suatu bentuk badan usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda di antara anggotanya. Satu pihak dalam CV mengelola usaha secara aktif yang melibatkan harta pribadi dan pihak lainnya hanya menyertakan modal saja tanpa harus melibatkan harta pribadi ketika krisis finansial. Yang aktif mengurus perusahaan cv disebut sekutu aktif, dan yang hanya menyetor modal disebut sekutu pasif.
Ciri dan sifat cv :
·            Sulit untuk menarik modal yang telah disetor
·            Modal besar karena didirikan banyak pihak
·            Mudah mendapatkan kridit pinjaman
·            Ada anggota aktif yang memiliki tanggung jawab tidak terbatas dan ada yang pasif tinggal menunggu keuntungan
·            Relatif mudah untuk didirikan
·            Kelangsungan hidup perusahaan cv tidak menentu
c)      Perseroan Terbatas / PT / Korporasi / Korporat
Perseroan terbatas adalah organisasi bisnis yang memiliki badan hukum resmi yang dimiliki oleh minimal dua orang dengan tanggung jawab yang hanya berlaku pada perusahaan tanpa melibatkan harta pribadi atau perseorangan yang ada di dalamnya. Di dalam PT pemilik modal tidak harus memimpin perusahaan, karena dapat menunjuk orang lain di luar pemilik modal untuk menjadi pimpinan. Untuk mendirikan PT / persoroan terbatas dibutuhkan sejumlah modal minimal dalam jumlah tertentu dan berbagai persyaratan lainnya.

Ciri dan sifat PT :
·            Kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi.
·            Modal dan ukuran perusahaan besar.
·            Kelangsungan hidup perusahaan pt ada di tangan pemilik saham.
·            Dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian saham.
·            Kepemilikan mudah berpindah tangan.
·            Mudah mencari tenaga kerja untuk karyawan / pegawai.
·            Keuntungan dibagikan kepada pemilik modal / saham dalam bentuk dividen.
·            Kekuatan dewan direksi lebih besar daripada kekuatan pemegang saham.
·            Sulit untuk membubarkan PT.
·            Pajak berganda pada pajak penghasilan / pph dan pajak deviden
2.    Organisasi Sosial
Organisasi Sosial adalah organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat
Jalur pembentukan organisasi Kemasyarakatan :
·       Jalur Keagamaan.
·       Jalur Profesi.
·       Jalur Kepemudaan.
·       Jalur Kemahasiswaan.
·       Jalur Kepartaian & Kekaryaan.
3.    Organisasi Regional & International
a.    Organisasi Regional
Organisasi Regional adalah organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu saja.

b.      Organisasi Internasional
Organisasi Internasional adalah organisasi yang anggota-anggotanya meliputi negara di dunia.
Macam-macam organisasi internasional :
·         UN = United Nation = PBB (1945)
·     UNICEF = United Nations International Childrens Emergency Fund (1946), namun namanya diganti setelah   thn 1953 menjadi: United Nations Children’s Fund.
·       UNESCO = the United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (16 November 1945)
·         UNCHR = United Nations Commission on Human Rights (2006)
·         UNHCR = Uited Nations High Commissioner for Refugees (14 Desember 1950)
·         UNDPR = The United Nations Division for Palestinian Rights (2 Desember 1977)
·      UNSCOP = The United Nations Special Committee on Palestine (May 1947, oleh 11 negara)
·          WHO = World Health Organization (7 April 1948)
·          IMF = International Monetary Fund (Juli 1944, 180 negara)
·          NATO = North Atlantic Treaty Organisation (4 April 1949)
·         NGO = Non-Governmental Organizations .Dalam bahasa Indonesia Lembaga Swadaya Masyarakat – LSM, yg didirikan oleh perorangan atau per-group dan tdk terikat oleh pemerintah.
·     GREENPEACE (40 negara, dari Europe, State of America, Asia, Africa dan Pacific, semenjak 1971).
·     AMNESTY International (1961, memiliki sekitar 2,2 juta anggota, dari 150 negara, organisasi yg membantu menghentikan penyelewengan/pelecehan hak azasi manusia)
·         WWF = the World Wildlife Fund (1985, Memiliki hampir 5 juta pendukung, distribusi dari lima benua, memiliki perkantoran/perwakilan di 90 negara).
·          G8 = Group of Eight, kelompok negara termaju di dunia. Sebelumnya G6 pd thn 1975, kemudian dimasuki oleh Kanada 1976 (Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Britania Raya, Amerika Serikat, Kanada dan Rusia (tidak ikut dalam seluruh acara), serta Uni Eropa.
·          EU = The European Union (27 negara anggota, 1 november 1993)
·        DANIDA = Danish International Development Assistance (Organisasi yg memberikan bantuan kepada negara2 miskin, pengungsi, bencana alam)
·       ICRC = International Committee of the Red Cross (1863) = Palang Merah, gerakan bantuan kemanusiaan saat bencana alam atau peperangan.
·      OPEC = Organization of the Petroleum Exporting Countries (1960, anggota 13 negara, termasuk Indonesia)
·       ASEAN = Association of Southeast Asian Nations = Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA) ( Dibentuk 8 Agustus 1967, memiliki 10 negara anggota, Timor Leste dan Papua new Guinea hanya sebagai pemantau, dan masih mempertimbangkan akan menjadi anggota)

Bagan Struktur Organisasi
A.     Bagan Horizontal

Bagan tersebut di katakan horizontal karena pada bagan tersebut jika semakin banyak jabatan-jabatan yang di buat dalam perusahaan tersebut maka bagan ini akan semakin luas menyamping.




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNR3sESsHqdY3lS3QTU3C2SxhzE_n1J5UVvtp3Qr6lIKnekMRzNa_zEenbEBIux0mOJahP6EgBbsbFDkVv08AZvLDZCSm5So3bpK2HUyTipUfpPmVwebE_lBHQ9OlU_VwT7Ngws7UyfrbZ/s320/bagan+Horizontal.jpg

            Bagan Struktur Organisasi Berbentuk Horizontal


B. Bagan Vertikal
Bagan vertikal adalah kebalikan dari bagan Horizontal. Bagan Vertikal pada umumnya bagan ini jika dalam perusahaan banyak sekali jabatan atau kepala-kepala bagian dari masing-masing divisi maka bagan ini akan semakin panjang ke bawah.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLOUbvuIbePERdW-4mLLMT4S6ISO7FfU7R6iU-yHXqDxH-9WnfHZBlN8kBYESspxHe1pilxvTazXeVek9bal-CYIIFwzCCJhbOm6dfOPs376Fb26kjNMB8SyXGH2sQq9X2CQARxOdZ9HG-/s400/Bagan+Organisasi+Vertikal.jpg
            Bagan Struktur Organisasi Berbentuk Vertikal

C. Bagan Lingkaran

Bagan ini berbentuk lingkaran karena mungkin dalam suatu perusahaan memang sangat memiliki perbedaan tersendiri dalam menyusun bagian-bagian dari perusahaan itu tersebut oleh karena itu banyak sekali model bagan yang terbentuk. pada model bagan ini jika setiap penambahan anggota maka bagan ini akan bertambah diameternya dan semakin membesar.



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPSpOsr9UBZPq1fqX9AA0P9GE8gZdQArVFviUki2lUIHkQziXsLnUomj1_FuN61IxJL70KJYzQK9apKusf_i0_oi2DIYR7B5n_NPSMd7R9mnx5Rp2__Yuak6_ypxPbg5iDiAAtuNvDn2K9/s320/bagan+lingkaran.jpg

    Bagan Struktur Organisasi Berbentuk Lingkaran




D. Bagan Piramid

Bagan ini sangat mudah digunakan karna bentuknya seperti Piramid yang menempatkan bagian-bagian dalam perusahaan yang paling tertinggi di letakan pada bagian TOP dan untuk karyawan di letakan MID dan untuk Office Boy di letakan pada Bagian LOWER.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQOnSlsorv9Cv9-zrAlAmFzxgZbsN15ii8rV1gFTlTpJBZHwKMnjfUX7wep8Fuf-32FTp6O67pVs3K1jAuYbpeLcFugDGX47slVVvEPnzjSLYHGoLeZ02fq94zXUOWGayZp9UHYYoP-0CK/s320/STRUKTUR+ORGANISASI+%2528PYRAMID%2529.jpg
                              Bagan Piramid



Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Organisasi
1.      Strategi Organisasi
Di sini organisasi pasti punya strategi yang khusus dalam mencapai tujuannya.
2.      Skala Organisasi
Jumlah anggota dalam suatu organisasi pasti menjadi faktor yang berpengaruh. Memimpin 10 orang pasti berbeda dengan memimpin 100 orang.
3.      Teknologi
Dengan adanya teknologi, tingkat efektivitas dan efesiensi suatu organisasi pasti berbeda. Contohnya, dengan adanya web cam, suatu organisasi dapat mengadakan net meeting meski jarak memisahkan peserta rapat organisasi tersebut.
4.      Lingkungan
Lingkungan merupakan faktor eksternal yang sangat berpengaruh karena daya saing dari pihak luar pasti akan mendorong semangat suatu organisasi untuk bisa lebih maju.
Serta faktor- faktor lain yang mempengaruhi organisasi secara umum dapat digolongkan dengan pengaruh internal dan eksternal.
·         Pengaruh internal merupakan faktor yang berasal dari dalam organisasi itu sendiri baik dari pimpinan, karyawan, dan aspek yang menjadi internal suatu organisasi. Faktor internal merupakan faktor yang sangat crucial karena dapat berdampak besar bagi organisasi, dampaknya dapat berupa kemajuan maupun keruntuhan dan kegagalan organisasi tersebut. Contoh pengaruh internal:
ü  hirarki dari setiap divisi dalam organisasi. semakin baik hubungan antar divisi, semakin kuat   organisasi tersebut berdiri.
ü  Kemampuan Sumber daya individu dalam organisasi. kemampuan yang minim tentu saja dapat berpengaruh terhadap kemajuan organisasi tersebut.
·         Pengaruh Eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar organisasi. faktor eksternal juga dapat memberikan dampak bagi organisasi tersebut, namun apabila internal organisasi dapat mempertahankan konsep pemikiran serta pandangan terhadap tujuan organisasi, faktor eksternal tidak begitu berpengaruh. Contoh pengaruh eksternal:
ü  Teknologi, tergantung bagaimana organisasi tersebut meng-implementasikannya. karena teknologi tersebut dapat menjadi faktor yang dapat memajukan organisasi.



















referensi