NAMA : YULIA MUSTABSIROH
NPM : 17111642
KELAS : 1KA02
SOAL
1. Jelaskan
perbedaan masyarakat desa dan masyarakat kota!
Jawab : Perbedaan masyarakat
pedesaan dan masyarakat perkotaan, pada hakekatnya bersifat gradual. Kita dapat
membedakan antara masyarakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya
karakteristik tersendiri. Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan
fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda,
bahkan kadang-kadang dikatakan “berlawanan” pula. Perbedaan ciri antara kedua
sistem tersebut dapat diungkapkan secara singkat sebagai berikut:
Masyarakat Pedesaan
Perilaku homogen: Perilaku yang
dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan, Perilaku yang berorientasi
pada tradisi dan status, Isolasi sosial, sehingga static,Kesatuan dan keutuhan
kultural, Banyak ritual dan nilai-nilai sakral, dan Kolektivisme.
Masyarakat Kota
Perilaku heterogen: Perilaku yang
dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan, Perilaku yang
berorientasi pada rasionalitas dan fungsi, Mobilitas sosial, sehingga dinamik,
Kebauran dan diversifikasi kultural; Birokrasi fungsional dan nilai-nilai
secular, dan Individualisme.
Warga suatu masyarakat pedesaan
mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang hubungan mereka
dengan warga masyarakat pedesaan lainnya. Sistem kekerabatan dan kelompok
kekerabatan masih memegang peranan penting. Penduduk masyarakat pedesaan pada
umumnya hidup dari pertanian, walaupun terlihat adanya tukang kayu, tukang genteng
dan bata, tukang membuat gula, akan tetapi inti pekerjaan penduduk adalah
pertanian. Pekerjaan-pekerjaan di samping pertanian, hanya merupakan pekerjaan
sambilan saja
Ada beberapa ciri yang dapat
dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota.
Dengan melihat perbedaan perbedaan yang ada mudah mudahan akan dapat mengurangi
kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut sebagi
masyarakat pedeasaan atau masyarakat perkotaan.Ciri ciri tersebut antara lain :
1)jumlah dan kepadatan penduduk
2)lingkungan hidup
3)mata pencaharian
4)corak kehidupan social
5)stratifiksi sosial
6)mobilitas sosial
7)pola interaksi sosial
8)solidaritas sosial
9)kedudukan dalam hirarki sistem
administrasi nasional
2. Jelaskan
interaksi sosial di daerah pedesaan!
Jawab : Interaksi
sosial adalah hubungan timbal-balik dalam masyarakat, di masyarakat pedesaan
interkasi sosial masih sangat baik, mereka masih sangat tegang rasa satu sama
lain dan siap membantu bila ada yang meminta pertolongan, dikarenakan di
pedesaan masih ada sifat kekeluargaan dan saling membantu bila ada perayaan
hajatan ataupun adat dan agama, dan mereka masih beranggapan bahwa satu sama
lain adalah juga bagian dari keluarga.
Masyarakat desa cenderung memiliki sikap yang sama, menjunjung nilai luhur
yang sama, berhubungan erat dan sederhana. Contoh bila interaksi sosial di
pedesaan masih sangat bergantung satu sama lain, bila ada perayaan adat mereka
akan bekerja sama untuk kelancaran berjalannya perayaaan, mulai dari yang
menyiapkan sajian makanan, umbul-umbul dan peralatan yang dibutuhkan dalam
perayaan.
NAMA : YULIA MUSTABSIROH
NPM : 17111642
KELAS : 1KA02
SOAL
1. Jelaskan
perbedaan masyarakat desa dan masyarakat kota!
Jawab : Perbedaan masyarakat
pedesaan dan masyarakat perkotaan, pada hakekatnya bersifat gradual. Kita dapat
membedakan antara masyarakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya
karakteristik tersendiri. Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan
fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda,
bahkan kadang-kadang dikatakan “berlawanan” pula. Perbedaan ciri antara kedua
sistem tersebut dapat diungkapkan secara singkat sebagai berikut:
Masyarakat Pedesaan
Perilaku homogen: Perilaku yang
dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan, Perilaku yang berorientasi
pada tradisi dan status, Isolasi sosial, sehingga static,Kesatuan dan keutuhan
kultural, Banyak ritual dan nilai-nilai sakral, dan Kolektivisme.
Masyarakat Kota
Perilaku heterogen: Perilaku yang
dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan, Perilaku yang
berorientasi pada rasionalitas dan fungsi, Mobilitas sosial, sehingga dinamik,
Kebauran dan diversifikasi kultural; Birokrasi fungsional dan nilai-nilai
secular, dan Individualisme.
Warga suatu masyarakat pedesaan
mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang hubungan mereka
dengan warga masyarakat pedesaan lainnya. Sistem kekerabatan dan kelompok
kekerabatan masih memegang peranan penting. Penduduk masyarakat pedesaan pada
umumnya hidup dari pertanian, walaupun terlihat adanya tukang kayu, tukang genteng
dan bata, tukang membuat gula, akan tetapi inti pekerjaan penduduk adalah
pertanian. Pekerjaan-pekerjaan di samping pertanian, hanya merupakan pekerjaan
sambilan saja
Ada beberapa ciri yang dapat
dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota.
Dengan melihat perbedaan perbedaan yang ada mudah mudahan akan dapat mengurangi
kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut sebagi
masyarakat pedeasaan atau masyarakat perkotaan.Ciri ciri tersebut antara lain :
1)jumlah dan kepadatan penduduk
2)lingkungan hidup
3)mata pencaharian
4)corak kehidupan social
5)stratifiksi sosial
6)mobilitas sosial
7)pola interaksi sosial
8)solidaritas sosial
9)kedudukan dalam hirarki sistem
administrasi nasional
2. Jelaskan
interaksi sosial di daerah pedesaan!
Jawab : Interaksi
sosial adalah hubungan timbal-balik dalam masyarakat, di masyarakat pedesaan
interkasi sosial masih sangat baik, mereka masih sangat tegang rasa satu sama
lain dan siap membantu bila ada yang meminta pertolongan, dikarenakan di
pedesaan masih ada sifat kekeluargaan dan saling membantu bila ada perayaan
hajatan ataupun adat dan agama, dan mereka masih beranggapan bahwa satu sama
lain adalah juga bagian dari keluarga.
Masyarakat desa cenderung memiliki sikap yang sama, menjunjung nilai luhur
yang sama, berhubungan erat dan sederhana. Contoh bila interaksi sosial di
pedesaan masih sangat bergantung satu sama lain, bila ada perayaan adat mereka
akan bekerja sama untuk kelancaran berjalannya perayaaan, mulai dari yang
menyiapkan sajian makanan, umbul-umbul dan peralatan yang dibutuhkan dalam
perayaan.
